Tribun Lampung Selatan

Manfaatkan Medsos untuk Penjualan, Keripik Pisang 3 Putra, Sidomulyo Bertahan di Tengah Pandemi

usaha keripik pisang dengan merk dangang 3 Putra yang telah dirintisnya bersama sang suami belasan tahun lalu ini sempat terpukul.

Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dedi
Keripik Pisang 3 Putra hasil produksi Ely warga Banjarsuri, Sidomulyo. Manfaatkan Medsos untuk Penjualan, Keripik Pisang 3 Putra, Sidomulyo Bertahan di Tengah Pandemi 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN – Meski kondisi pasar yang terus turun, Ely, pelaku usaha keripik pisang di Desa Banjarsuri Kecamatan Sidomulyo tetap bertahan.

Berbagai langkah inovatif pemasaran pun dilakukannya.

Seperti memaksimalkan pemasaran via online melalui media sosial (medsos) Facebook dan instagram.

Dirinya juga memanfaatkan market place.

Kepada Tribunlampung, dirinya mengatakan usaha keripik pisang dengan merk dangang 3 Putra yang telah dirintisnya bersama sang suami belasan tahun lalu ini sempat terpukul diawal adanya pandemi Covid-19.

Baca juga: Batik Siger Lampung, Sempat Krisis 4 Bulan di Awal Pandemi, Maksimalkan Penjualan Online

Baca juga: Ada 4 Kasus Baru Positif Covid-19 di Lampung Selatan, Tembus 101 Kasus

Pemasaran keripik pisang turun drastis.

Terutama untuk pemasanan keluar daerah.

Termasuk pemasaran lokal pun mengalami penurunan.

“Biasanya perhari kita bisa menghabiskan 1 kwintal bahan baku pisang. Kemarin kita hanya menghabiskan 35 kilogram pisang saja perhari,” kata Ely, Rabu (21/10/2020).

Menurut dirinya, harapan akan adanya perbaikan pasar sempat muncul ketika pemerintah mengambil kebijakan melonggarkan pembatasan sosial (new normal).

Tetapi sebulan terakhir, pemasaran keripik pisang hasil usahanya kembali turun.

“Dua bulan lalu pesanan sempat naik. Saya sempat kembali mempekerjakan beberapa kariyawan. Tetapi sebulan terakhir kembali turun lagi,” ujar Ely.

Kini dirinya kembali harus memberhentikan kembali karyawan yang membantunya.

Karena, produksi kripik pun menurun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved