Tribun Lampung Selatan
Manfaatkan Medsos untuk Penjualan, Keripik Pisang 3 Putra, Sidomulyo Bertahan di Tengah Pandemi
usaha keripik pisang dengan merk dangang 3 Putra yang telah dirintisnya bersama sang suami belasan tahun lalu ini sempat terpukul.
Penulis: Dedi Sutomo | Editor: Reny Fitriani
Bahkan tidak jarang stok keripik yang belum terjual pun menumpuk.
Menurut dirinya, beberapa outlet yang biasa dipasoknya juga mengalami penurunan permintaan.
Begitu juga pengiriman untuk pemesanan dari luar daerah juga menurun.
Untuk pemasaran via online, hanya ada pemesanan melalui FB.
“Untuk pemesanan luar daerah melalui FB masih ada. Tetapi jauh menurun. Banyak pelanggan yang biasanya pesan, ini berhenti,” kata Ely.
Keripik pisang Tiga Putra miliknya, memiliki beberapa varian rasa.
Setidaknya ada 12 varian, mulai dari original, balado, melon, cokelat dan beberapa rasa lainnya.
Sedangkan untuk harga, keripik pisang Tiga Putra relatif.
Mulai dari harga Rp. 8.000 perpicis untuk ukuran 150 gram hingga harga Rp 15 ribu perpicis.
Tidak hanya keripik pisang, dirinya juga memproduksi kripik usus crispy dan juga kripik kerang crispy.
Ely sendiri berharap kondisi pandemi covid-19 saat ini bisa cepat berlalu.
Sehingga kondisi usaha keripik pisang yang digelutinya bisa kembali bergairan.
Dirinya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk dapat membuka pangsa pasar potensial baru.
“Kita ini cukup sulit untuk bisa meluaskan pangsa pasar. Tidak hanya bantuan permodalan, kalau memang pemerintah bisa membantu pangsa pasar. Kita sangat mengharapkan hal itu,” ujar Ely kepada Tribunlampung. (Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo)