Badak Lampung FC

Badak Lampung Segera Rapat Internal, Liga 2 2020 Dipastikan Lanjut Februari 2021

Dany Aulia memastikan, secepatnya manajemen Badak Lampung akan rapat internal untuk menyikapi surat pemberitahuan PT LIB soal kelanjutan Liga 2 2020.

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma
Suasana latihan skuat Badak Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Badak Lampung Segera Rapat Internal, Liga 2 2020 Dipastikan Lanjut Februari 2021. (Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma) 

Badak Lampung FC, termasuk satu tim merugi akibat ketidakjelasan kompetisi di tengah pandemi Covid-19.

Manajer Badak Lampung FC Dany Aulia bahkan menyebut, kerugian yang dialami tim yang bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung itu, sampai 90 persen dari total budget yang dianggarkan untuk satu musim.

"Kalau ada hasil minimal 50 persen, misalnya (kompetisi berjalan) kita (Badak Lampung) sudah masuk ke 8 besar atau semifinal, masih masuk akal," kata Dany Aulia dalam perbincangan dengan Tribunlampung.co.id di pesan WhatsApp, Senin (2/11/2020) malam.

"Tapi kan ini kami sudah keluar 90 persen anggaran, tidak dapat hasil apa-apa," sebut Dany Aulia.

Sayangnya, Dany enggan menyebut nominal pasti anggaran yang telah dihabiskan itu.

"Ngga enak lah, nanti terbongkar lagi 'dapur' kami," seloroh Dany.

Di sisi lain, kata Dany, pemasukkan klub sangat minim.

Karena kompetisi tidak bergulir, otomatis pemasukkan dari tiket jelas tidak ada.

Penjualan merchandise pun tidak bisa membantu menopang pengeluaran klub.

Alhasil, lanjut Dany, manajemen memutuskan untuk meliburkan tim sementara waktu sampai ada kejelasan mengenai kompetisi.

"Kan menyangkut juga soal kontrak pemain," ucap Dany Aulia.

Satu-satunya pemasukkan yang terealisasi adalah subsidi dari PT LIB.

Dany menyebutkan, di awal kompetisi atau pada Maret 2020, PT LIB menjanjikan subsidi anggaran sebesar Rp 1,150 miliar selama satu musim.

"Kami baru terima Rp 250 juta," jelas Dany Aulia.

Kemudian, karena kompetisi akhirnya ditunda lantaran pandemi Covid-19 dan rencana bergulir pada Oktober 2020, sehingga subsidi anggaran pun berubah menjadi Rp 600 juta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved