Kasus Corona di Pringsewu

Kasus Positif Covid-19 di Pringsewu Jadi 43 Kasus, 20 Pasien Masih Isolasi

Atas kondisi tersebut, Nofli mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Didik
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni didampingi Kadiskominfo Pringsewu Samsir. Kasus Positif Covid-19 di Pringsewu Jadi 43 Kasus, 20 Pasien Masih Isolasi 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Robertus Didik Budiawan Cahyono

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Akumulasi kasus Covid-19 Kabupaten Pringsewu menjadi 43 orang, Rabu, 11 November 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni mengungkapkan, dari jumlah tersebut yang sudah selesai isolasi sejumlah 23 orang.

"Jumlah konfirmasi positif masih isolasi atau karantina sebanyak 20 orang," ujar Nofli didamping Kadiskominfo Pringsewu Samsir.

Atas kondisi tersebut, Nofli mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Covid-19. Ia pun mengingatkan supaya senantiasa melakukan 4 M.

Baca juga: BREAKING NEWS Nakes Terpapar Covid-19, Pelayanan Puskesmas Pringsewu Ditutup Sementara

Baca juga: Anak dan Istri Kepala Pekon di Pringsewu Terkonfirmasi Covid-19

Yaitu, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir.

Kepala Pekon Terpapar

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Pringsewu juga menyebutkan adanya penambahan kasus di Kecamatan Sukoharjo.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni mengatakan, penambahan di Kecamatan Sukoharjo adalah seorang kepala pekon/desa (kakon), S (51).

"Merupakan tracing kontak erat dengan pasien P31 dan P38 yang merupakan anggota keluarganya," ujar Nofli didampingi Kadiskominfo Pringsewu, Rabu, 11 November 2020.

Nofli menceritakan, pada 5 November 2020 terdapat keluhan lemas dan nyeri otot.

S dirawat di salah satu klinik Kecamatan Sukoharjo.

Kemudian, 6 November 2020, pasien menjadi tracing dari P31, Nyonya IH dan P38, Nona TW.

Lalu, 7 November 2020, terdapat keluhan demam dan gangguan indera pengecap.

Akhirnya petugas Puskesmas Sukoharjo melaporkan ke Dinkes untuk dilakukan penanganan.

Pada 8 November 2020 dirujuk ke RSUD Pringsewu.

Karena penuh, S diinapkan ke Rumah Singgah Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu.

Dilakukan pengambilan swab, dan diketahui hasilnya pada 9 November 2020, terkonfirmasi positif virus corona.

Kini S menjalani isolasi di Rumah Singgah Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu.

Diberitakan sebelumnya, Kasus Covid-19 di Kabupaten Pringsewu telah memapar anggota rumah tangga, setelah ditemukan kasus konfirmasi positif di keluarga tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni mengungkapkan, penularan itu terjadi sebagaimana kasus di Kecamatan Sukoharjo.

Terbaru, anggota keluarga terpapar setelah ibunya dinyatakan positif virus corona.

"Pasien terkonfirmasi positif, P38 perempuan berinisial TW (23) beralamat di Kecamatan Sukoharjo, merupakan anak dari pasien P31," ungkap Nofli didampingi Kadiskominfo Samsir, Selasa, 10 November 2020.

Ditambahkan Nofli, TW merupakan suspek dari tracing kontak erat dengan P31, yaitu IH (49), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Sukoharjo.

Diketahui, P31 merupakan istri dari kepala pekon yang rumahnya sering kedatangan tamu aktifitas di luar rumah.

Pasien Puskesmas Pringsewu Terpapar

Kasus Covid-19 di Kabupaten Pringsewu bertambah kembali, Rabu, 11 November 2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu dr Nofli Yurni mengungkapkan, selain nakes di Puskesmas Pringsewu, ada dua kasus lainnya.

Yakni seorang laki-laki merupakan pedagang di Pasar Terminal, AF (34) warga Pekon Margakaya, Kecamatan Pringsewu.

"AF mempunyai riwayat perjalanan ke Bandar Lampung untuk belanja barang dagangannya," kata Nofli didampingi Kadiskominfo Samsir, Rabu, 11 November 2020.

AF merupakan pasien di Puskesmas Pringsewu yang datang ke Puskesmas Pringsewu, 7 November 2020 dengan keluhan demam, sakit tenggorokan, batuk flu dan demam.

Kemudian pada 9 November 2020, AF kembali ke Puskesmas Pringsewu karena merasa belum ada perbaikan yang kemudian dirawat di Puskesmas Pringsewu.

AF menjadi suspek dan pemeriksaan rapid tes reaktif. Kemudian dilakukan pengambilan swab, hasilnya terkonfirmasi positif.

Riwayat Perjalanan ke Bandar Lampung

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pringsewu membenarkan terkait adanya tenaga kesehatan Puskesmas Pringsewu yang terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pringsewu dr Nofli Yurni mengungkapkan, bila nakes tersebut adalah RI, perempuan usia 34 tahun, merupakan ASN nakes berdomisili di Kecamatan Pringsewu.

"Pasien adalah tracing kontak erat dengan keluarga P36, Tuan RN (31)," ungkap dr Nofli Yurni didampingi Kadiskominfo Pringsewu Samsir Kasim, Rabu, 11 November 2020.

Diketahui RN merupakan warga Kelurahan Pringsewu Barat.

RN mengalami gejala klinis demam, batuk, setelah menghadiri pesta di Kabupaten Tanggamus, 22 Oktober 2020.

Hasil swab diketahui pada 7 November 2020 terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu, RI selain mempunyai kontak erat dengan RN, juga memiliki riwayat perjalanan ke Bandar Lampung dan beberapa tempat di Bandar Lampung, Mall dan tempat wisata.

Selanjutnya pada 2 November 2020, RI mempunyai keluhan demam, badan sakit semua, mual, lemah dan mulut terasa pahit.

Pada, 7 November 2020 merasa ada keluhan anosmia, dan lapor ke petugas surveilens Puskesmas Pringsewu. Selanjutnya dilaporkan ke Dinkes pada 8 November 2020.

Pengambilan swab pada 9 November 2020, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.

Saat ini isolasi di rumah secara mandiri.

Pelayanan Ditutup Sementara

Pelayanan UPT Puskesmas Pringsewu dialihkan untuk sementara waktu.

Pasalnya, tenaga kesehatan di pusat kesehatan masyarakat ini terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Pringsewu dr Ulinoha membenarkan terkait foto surat beredar tentang penutupan sementara UPT Puskesmas Pringsewu.

Ulinoha menyampaikan pemberitahuan kepada masyarakat Pringsewu bahwa penutupan puskesmas mulai 11-13 November 2020.

"Keperluan pelayanan kesehatan rawat jalan kepada masyarakat Pringsewu dan sekitarnya selama penutupan akan dialihkan ke UPT Puskesmas Rejosari, dan Puskesmas Wates," ujar Ulinoha.

Kepala UPT Puskesmas Pringsewu Yohanes Purwanto membenarkan adanya warga Puskesmas yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Atas kondisi tersebut, lanjut Yohanes, seluruh pegawai Puskesmas untuk sementara diistirahatkan terlebih dulu.

Banner informasi penutupan sementara Puskesmas Pringsewu terpasang di pintu gerbang yang tertutup, Rabu, 11 November 2020.
Banner informasi penutupan sementara Puskesmas Pringsewu terpasang di pintu gerbang yang tertutup, Rabu, 11 November 2020. (Tribunlampung.co.id/Didik)

Jumlah pegawai Puskesmas, ada sebanyak 73 orang.

"Kita sementara diistirahatkan dulu sambil menunggu perintah dinas," tuturnya.

Terkait pengistirahatan layanan tersebut, Yohanes mengaku baru, Selasa, 10 November 2020 sore mendapat suratnya dari Dinas Kesehatan.

Selama istirahat, saran dia, pegawai dapat isolasi mandiri di rumah. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved