Ayo Bangkit UMKM Lampung

Pelaku UMKM di Bandar Lampung Ini Tawarkan Produk Kopi Bubuk Petik Merah Robusta Asli

Pelaku UMKM di Bandar Lampung Sarhani dan Dedy Indra menawarkan produk berupa kopi bubuk petik merah robusta asli dari Ulu Belu, Tanggamus.

Penulis: Muhammad Hardiansyah Kusuma | Editor: Noval Andriansyah
Dokumentasi Pribadi
Ilustrasi kopi bubuk kemasan - Pelaku UMKM di Bandar Lampung Ini Tawarkan Produk Kopi Bubuk Petik Merah Robusta Asli. (Dokumentasi Pribadi) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id M Hardiansyah Kusuma

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pelaku UMKM di Bandar Lampung Sarhani dan Dedy Indra menawarkan produk berupa kopi bubuk petik merah robusta asli dari Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Sarhani sebagai satu di antara owner dari Kopi Bersama mengatakan, produk kopi bubuk yang ia tawarkan dalam berbagai macam kemasan. 

Mulai dari kemasan 50 gram seharga Rp 5.000, kemudian kemasan 100 gram seharga Rp 10.000, dan kemasan 150 gram seharga Rp 13.000.

"Kemudian ada juga yang kemasan 200 gram itu harganya Rp 15.000, sama kemasan 500 gram Rp 35.000," kata Sarhani, Minggu (22/11/2020).

Sarhani mengatakan, keunggulan produk kopi bubuk lainya adalah kopi yang digunakan merupakan kopi petik merah jenis robusta terbaik.

Baca juga: Wali Kota Bandar Lampung Herman HN Perkirakan Flyover Sultan Agung Selesai Januari 2021

Baca juga: Manfaatkan Tempe Tak Terjual, Pelaku UMKM di Tanggamus Justru Rutin Produksi Keripik Tempe

Kemudian, pengemasan juga dilakukan dengan kemasan yang tetap menjaga agar rasa tetap dan tidak berubah, dan harga yang sangat terjangkau.

"Untuk wilayah Sukarame, Bandar Lampung free ongkir (bebas ongkos kirim)," tambah Sarhani. 

"Untuk proses pemetikan kopi dipilih biji kopi petik merah dari petani Ulu Belu langsung jenis kopinya robusta, kemudian proses roastingnya atau sangrai yang pertama biji kopi kering dipilih ulang dipisahkan dari biji kopi yang tidak memenuhi standar."

"Kemudian yang kedua biji kopi yang sudah dipilih di cuci bersih dan disangrai menggunakan wajan tradisional dan tungku dengan menggunakan api dari kayu bakar," jelas Sarhani. 

Lalu, pada tahap ketiga, lanjut Sarhani, setelah biji kopi yang disangrai berubah warna, baru biji kopi didinginkan dan digiling.

Tahap terakhir, kopi dikemas menggunakan alumunium foil agar cita rasa kopi tetap stabil dan tahan lama.

Sarhani menerangkan, untuk saat ini, orderan selama pandemi Covid-19 memang dirinya memperkirakan seluruh UMKM notabenenya mengalami penurunan penjualan.

Namun saat masuk masa new normal ini, sudah mulai mengalami kenaikan kembali. 

Jika teman-teman ingin membeli produk kopi bubuk yang ditawarkan Sarhani, dapat menghubungi nomor telepon 0813-7394-1052, atau datang langsung ke Jalan Pulau Legundi, Gang Wilis, Sukarame, Bandar Lampung.

"Atau juga melalui Instagram @kb.kopibersama_lampung," tandas Sarhani.

(Tribunlampung.co.id/M Hardiansyah Kusuma)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved