Breaking News:

Tribun Bandar Lampung

Cabuli Bocah 6 Tahun, Kakek di Bandar Lampung Dihukum 5 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Cabuli bocah enam tahun, seorang kakek di Bandar Lampung dihukum lima tahun penjara.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hanif
Sidang perkara pencabulan digelar di PN Tanjungkarang, Jumat (27/11/2020). 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Cabuli bocah enam tahun, seorang kakek di Bandar Lampung dihukum lima tahun penjara.

Kakek ini berinisial HB (63), warga Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung.

Dalam persidangan telekonferensi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Jumat (27/11/2020), terdakwa HB dianggap bersalah membujuk anak melakukan perbuatan cabul.

Perbuatan terdakwa HB sebagaimana diatur dalam pasal 82 ayat 1 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU.

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama lima tahun penjara dikurangi selama terdakwa dalam tahanan," sebut ketua majelis hakim Ni Luh Sukmarini.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan.

Baca juga: Bocah SD di Lampung Tengah Dicabuli Ayah Tiri saat Rumah Sepi, Diminta Tak Cerita ke Orang Lain

Baca juga: Warga Pekalongan Datang ke Tanggamus Cabuli Gadis 16 Tahun, Modus Cari Pekerjaan

Adapun pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa membuat saksi korban takut dan trauma.

"Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan, mengakui terus terang perbuatannya, menyesalinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya. Terdakwa juga belum pernah dihukum," imbuhnya.

Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan satu tahun dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Nilam Agustini Putri.

JPU menuntut terdakwa dengan hukuman penjara enam tahun enam bulan dengan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan.

JPU menyampaikan, perbuatan terdakwa HB bermula pada Minggu 18 April 2020.

"Sekira pukul 09.00 WIB, saksi korban N (6) bermain ke rumah temannya di Telukbetung Timur," ujarnya.

Saat itu saksi korban dipanggil oleh terdakwa.

"Terdakwa menyuruh saksi korban duduk dan terdakwa melakukan perbuatannya," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved