Breaking News:

Tribun Metro

Pemkot Metro Siapkan Rp 1,5 Miliar untuk Rencana KBM Tatap Muka Januari 2021

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk kegiatan belajar mengajar atau KBM tatap muka tahun 2021.

Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain
Ilustrasi Suasana hari pertama KBM tatap muka di SDN 01 Panaragan Jaya dan SDN 03 Mulya Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TbT), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Senin (24/08/2020). Pemkot Metro Siapkan Rp 1,5 Miliar untuk Rencana KBM Tatap Muka Januari 2021. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain) 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Indra Simanjuntak

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk kegiatan belajar mengajar atau KBM tatap muka tahun 2021.

Wali Kota Achmad Pairin mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengkaji KBM tatap muka yang rencananya dijadwalkan pada Januari 2021.

Termasuk, perihal anggaran untuk melakukan rapid test.

"Anggaran Rp 1,5 miliar itu kami rencanakan untuk biaya rapid test guru maupun peserta didik."

"Jumlah guru itu kan ada 2.459 orang, sementara siswa itu sekitar 25 ribuan, semuanya akan kami rapid test," ujar Achmad Pairin, Minggu (29/11/2020).

Baca juga: Disdik Tulangbawang Akan Kaji Rencana KBM Tatap Muka Januari 2021 Sesuai SKB 4 Menteri

Baca juga: Pemkot Metro Beri Bantuan Masker dan Thermo Gun untuk Petugas TPS

Adapun anggaran untuk rapid test, lanjut Pairin, menggunakan APBD Kota Metro.

Namun demikian, Pairin mengaku, pihaknya masih melakukan peninjauan dan pengkajian terlebih dahulu, sebelum pelaksanaan KBM tatap muka dilakukan.

"Kami masih tinjau kembali, bagaimana kondisinya, yang jelas kami siapkan dulu (anggaran) untuk mendukung," imbuh Achmad Pairin.

Pairin menjelaskan, Pemkot Metro menerapkan langkah khusus untuk menekan tambahan pasien Covid-19 di Kota Metro.

Satu di antaranya, antisipasi klaster baru Covid-19 saat KBM tatap muka digelar.

"Soal sarana dan prasarana masih tetap sama, yakni protokol kesehatan."

"Mungkin nanti ada tambahan, jadi lebih diperketat untuk mencegah penambahan kasus," tuntas Achmad Pairin.

(Tribunlampung.co.id/Indra Simanjuntak)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved