Pilkada Bandar Lampung 2020
Hasil Pilkada Bandar Lampung 2020, Eva Dwiana Ajak Rycko dan Kohar Bangun Bandar Lampung
Menang berdasarkan hasil Pilkada Bandar Lampung, Eva Dwiana ajak paslon nomor urut 01 dan 02 untuk bersama bangun Bandar Lampung.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Noval Andriansyah
Ketua Tim Pemenangan paslon Yutuber, Budiman AS mengatakan, pihaknya berencana melakukan gugatan terhadap hasil Pilkada Bandar Lampung 2020.
"Kami akan pelajari dulu hasil rapat pleno ini bersama tim advokasi kami, baru kemudian berencana menggugat, karena ada dugaan pelanggaran yang TSM (terstruktur, sistematis, massif)," kata Budiman AS, Selasa.
Menurutnya, dugaan tersebut diperkuat temuan internal tim Yutuber selama proses tahapan Pilkada Bandar Lampung 2020 berlangsung.
"Kami pelajari dulu (hasil rapat pleno), pokoknya ada dugaan kuat kami, mereka itu (tim paslon nomor urut 3) melakukan pelanggaran yang bersifat TSM," tegas Budiman AS.
Rycko Menoza Legawa
Jika tim pemenangan Yusuf Kohar-Tulus Purnomo berencana menggugat ke MK, paslon nomor urut 1 Rycko Menoza-Johan Sulaiman legawa atas hasil Pilkada Bandar Lampung 2020.
Paslon nomor urut 3 Eva Dwiana-Deddy Amarullah ditetapkan memenangkan Pilkada Bandar Lampung 2020 melalui rapat pleno rekapitulasi suara oleh KPU di Hotel Emersia, Selasa (15/12/2020).
Rycko Menoza mengucapkan terima kasihnya serta maaf kepada semua pihak yang telah mendukungnya bersama Johan Sulaiman dalam pelaksanaan Pilwakot Bandar Lampung 2020.
Rycko Menoza beserta keluarga juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada semua tim, relawan, dan masyarakat Kota Bandar Lampung.
"Saya Rycko Menoza dan keluarga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua tim, relawan dan masyarakat yang tergabung, atas semua peran serta,” kata Rycko Menoza, saat dikonfirmasi, Selasa.
Rycko tak menampik, jika masih ada kekurangan.
Untuk itu, Rycko meminta maaf apabila ada perkataan atau perbuatan yang kurang tepat selama proses menjalankan tahapan Pilkada Bandar Lampung 2020.
“Saya sadar masih ada kekurangan di sana-sini, juga selama ini ada perkataan atau perbuatan yang menyinggung atau kurang tepat."
"Kami akui ada kekurangan sebagai manusia biasa, juga dihaturkan permohonan maaf dari lubuk hati kami yang paling dalam,” ujar Rycko Menoza.
Menurutnya, kekalahan ini bukan merupakan kegagalan.