Kasus Corona di Lampung

30 Kontak Dekat Rektor Itera Ofyar Z Tamin Nonreaktif

Rapid test antigen massal ini dilakukan pasca Rektor Itera Ofyar Zainuddin Tamin terinfeksi Covid-19.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bayu
Orang terdekat dengan Rektor Ofyar sedang menunggu untuk dilakukan rapid antigen di RS Advent. 30 Kontak Dekat Rektor Itera Ofyar Z Tamin Nonreaktif 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sebanyak 30 orang kontak erat dengan Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan rapid test antigen di Rumah Sakit Advent Bandar Lampung, Minggu (20/12/2020).

Hasilnya, 30 orang ini dinyatakan nonreaktif.

Rapid test antigen massal ini dilakukan pasca Rektor Itera Ofyar Zainuddin Tamin terinfeksi Covid-19.

Sampai Minggu, rektor masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM).

Baca juga: Rektor Itera Ofyar Z Tamin Positif Covid-19, Satgas Lakukan Rapid Test Antigen ke 30 Orang

Baca juga: Bandara Siapkan Layanan Rapid Antigen, Melintas via Pelabuhan Bakauheni Harus Rapid Antigen

"Kita melakukan tracing kepada 30 orang terdekat pasca bapak terkonfirmasi. Mereka kita lakukan test rapid antigen di RS Advent dari pagi ini (kemarin) dan alhamdulillah hasilnya langsung diketahui setelah 15 menit pemeriksaan. Semuanya nonreaktif," kata tim satgas Covid Itera Juanda.

Ke-30 orang yang dirapid ini mulai dari sespri, sopir, pejabat struktural hingga dosen.

Untuk keluarga rektor seperti istri dan anak berada di Bandung Jawa Barat.

Dan selama pandemi Covid, Ofyar belum pulang ke Bandung.

Juanda meneruskan, kondisi rektor setelah masuk ruang isolasi RSUDAM cukup baik.

"Rektor sebenarnya tidak sakit, namun kemungkinan tubuhnya drop lantaran terus bekerja," katanya.

Baca juga: Terekam CCTV, Pelaku Curanmor Gasak Yamaha R15 di Indekos Kawasan Langkapura

Baca juga: Dampak Pesawat Lion Air Tergelincir di Lampung, 1.500 Penumpang dari 4 Maskapai Batal Terbang

Selain melakukan rapid antigen massal, pihaknya juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di rumah dinas dan ruangan kerja rektor di lantai satu gedung rektorat.

Untuk operasional kampus, Juanda mengatakan, masih dirapatkan.

"Kita belum bersikap untuk meliburkan atau kebijakan lainnnya. Segera kami rapatkan, tunggu saja hasilnya," ujar Juanda.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bandar Lampung Edwin Rusli mengatakan bahwa Tim Ssatgas Covid-19 Bandar Lampung terus berupaya agar protokol kesehatan (prokes) dijalankan oleh masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved