Beauty
Penyebab Keriput, Sinar Matahari hingga Begadang
Penyebab lain keriput adalah kebiasaan merokok, polusi udara, dan ekspresi wajah yang terlalu berlebihan yang dilakukan berulang kali.
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Daniel Tri Hardanto
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Jelita Kinanti
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keriput adalah tanda utama penuaan.
Keriput di usia yang masih muda kerap disebut penuaan dini.
Dokter Amelica Oksariani MBiomed (AAM) mengatakan, keriput disebabkan hilangnya elastisitas kulit.
"Keriput terjadi karena hilangnya elastisitas kulit. Keriput biasanya mudah terjadi di wajah, leher, dan lengan," owner Amora Skin Clinic itu, Sabtu (26/12/2020).
Baca juga: Wanita 27 Tahun Bangun Tidur Mendadak Wajahnya Jadi Sangat Tua dan Keriput
Baca juga: Setop Lakukan Selfie dengan Empat Gaya Ini, Bisa Bikin Kulit Wajah Cepat Keriput
Keriput bisa disebabkan faktor usia.
Artinya, semakin bertambah usia, produksi kolagen akan berkurang yang bisa menyebabkan elastisitas dan produksi minyak di kulit berkurang.
Sehingga kulit cenderung kering dan lemak di kulit menjadi berkurang.
Keriput juga bisa disebabkan faktor dari luar, seperti paparan sinar matahari.
Apalagi kalau paparan sinar matahari ke kulit terjadi terus-menerus.
Perlu diketahui, sinar matahari dapat memecah jaringan ikat yang terdapat pada dermis.
Akibatnya, kolagen dan elastin yang terdapat pada jaringan ikat berkurang, lalu terjadilah keriput.
Penyebab lain keriput adalah kebiasaan merokok, polusi udara, dan ekspresi wajah yang terlalu berlebihan yang dilakukan berulang kali.
Misalnya ekspresi berlebihan saat menyipitkan mata karena mata minus.
Ketika menyipitkan mata, kulit di bawah mata akan berlipat dan lama-kelamaan akan terjadi keriput.
Kemudian senyum dan tertawa yang berlebihan juga bisa menyebabkan keriput.
Keriput dapat juga dipengaruhi gangguan hormon dan penurunan berat badan yang berlebihan.
Gangguan hormon salah satunya disebabkan kebiasaan begadang. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/dokter-amelica-oksariani.jpg)