Breaking News:

Bandar Lampung

Remaja 15 Tahun di Rajabasa Bandar Lampung Rudapaksa Kekasihnya di Bengkel

Setelah itu terdakwa membawa korban ke sebuah bengkel di Jalan Kapten Abdul Haq.

Grafis Tribunlampung.co.id/Dodi Kurniawan
Ilustrasi. Seorang remaja di Bandar Lampung dituntut hukuman 2,5 tahun karena merudapaksa kekasihnya. 

Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang remaja di Bandar Lampung merudapaksa anak di bawah umur yang merupakan kekasihnya.

Alhasil, remaja berinisial RF (15), warga Rajabasa, Bandar Lampung, itu dituntut dua tahun enam bulan penjara.

Dalam persidangan telekonferensi di PN Tanjungkarang, Senin (28/12/2020), JPU Tribuana Mardasari menyampaikan bahwa terdakwa telah melakukan kebohongan atau membujuk korban P melakukan perbuatan layaknya suami istri.

Perbuatan RF sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 81 ayat 2 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perppu No 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Nomor 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga: Kini Hamil 6 Bulan, Siswi SMP di Kotagajah Mengaku Dirudapaksa Kakak Tiri Sejak 2015 Silam

Baca juga: Pria di Bekri Lampung Tengah Rudapaksa Putri Semata Wayangnya Selama 2 Tahun, Korban Takut Dipukuli

"Meminta majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan penjara dengan perintah tetap berada dalam tahanan," ungkap JPU.

Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan bahwa perbuatan terdakwa dilakukan pada 28 November 2020.

Saat itu korban hendak pergi dari rumah.

"Terdakwa menjemput korban dan membawanya ke Masjid Islamic Center Rajabasa untuk beristirahat," bebernya.

Setelah itu terdakwa membawa korban ke sebuah bengkel di Jalan Kapten Abdul Haq.

Baca juga: Lupa Cabut Kunci Motor saat Fotokopi, Warga Bandar Lampung Relakan Honda Beat Miliknya Dibawa Kabur

Baca juga: Wakapolda Lampung: Ini Bukan Beras, tapi Sabu

"Di situ terdakwa meminta izin kepada rekannya pemilik bengkel untuk korban menginap," imbuhnya.

Saat menginap itulah, lanjut JPU, terdakwa melakukan perbuatan bejatnya.

Sementara itu, penasihat hukum terdakwa Rifki mengatakan terdakwa sempat menyuruh korban yang merupakan pacarnya untuk pulang ke rumah.

"Tetapi korban ini tidak mau," kata pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (Posbakum) PN Tanjungkarang ini.

Lanjut Rifki, dalam persidangan majelis hakim juga sempat mempertanyakan apakah ada paksaan dari pelaku untuk melakukan perbuatan tak senonoh tersebut.

"Korban mengaku tak ada paksaan. Bisa dibilang mereka ini melakukan atas dasar suka sama suka," tandasnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved