Pesisir Barat
Duka Keluarga ABK asal Pesisir Barat, Meninggal 6 Bulan Lalu, Jasadnya Belum Bisa Dipulangkan
pihaknya bersama keluarga almarhum Nanda Putra Pratama juga sudah mengunjungi kantor imigrasi dengan harapan ada jalan keluar.
Penulis: kiki adipratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
"Kami pernah ke perusahaannya di Jawa Timur itu. Tapi kata perusahaan, karena ini suasananya Covid, tidak ada izin penyeberangan dari China. Sehingga tidak bisa berlayar untuk memulangkan jasadnya,” ungkap Yuzir.
Yuzir mengungkapkan, setelah pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyanggupi untuk memulangkan jasad Nanda.
Namun, kata Yuzir, hingga kini janji yang dijanjikan oleh perusahaan itu belum juga terbukti.
"Tapi mereka menyanggupi kapan pun waktunya jasad itu akan dikembalikan. Jasad itu akan pulang ke keluarga. Itu aja yang bisa mereka jelaskan. Bicara waktu, mereka tidak bisa memastikan. Direkturnya bilang begitu sebulan yang lalu. Yang jelas alasannya kendala Covid," kata Yuzir.
Harapan Keluarga
Jasad Nanda belum diketahui, apakah masih utuh atau seperti apa.
Sebab, kematian Nanda sudah terjadi kurang lebih enam bulan silam.
Meski begitu, keluarga tetap berharap jasad almarhum Nanda bisa kembali dalam kondisi apa pun.
"Yang jelas, kami keluarga tetap mengharapkan kepulangan itu. Kurang lebih udah enam bulan. Bagaimana pun bentuknya, jasad itu kami minta pulang secepatnya," kata Camat Ngaras Yuzir.
Yuzir menyampaikan, sampai saat ini kediaman orangtua Nanda Putra Pratama masih terpasang tarup.
Tarup itu tidak dilepas dengan harapan keluarga jasad Nanda akan kembali.
Baca juga: Sempat Ricuh, Rapat Pleno Hasil Pilkada Pesisir Barat 2020 Dipastikan Berlanjut
"Itu harapan kami. Kami sangat menginginkan semua pihak ikut berpartisipasi. Tarupnya saja tidak dilepas sampai sekarang. Sampai rusak tarupnya di rumah itu. Dan kami juga tidak berhenti mengirim doa," ungkap Yuzir. (Tribunlampung.co.id/Kiki Adipratama)