Gempa Bumi di Pantai Barat Sumatra
Terjadi Gempa Bumi, Kepala BPBD Lampung Barat Sebut Belum Ada Laporan Kerusakan
Kepala BPBD Lampung Barat Maidar menyampaikan, belum ada laporan kerusakan dari masyarakat dampak dari gempa bumi di Pantai Barat Sumatra.
Penulis: Nanda Yustizar Ramdani | Editor: Noval Andriansyah
Laporan Reporter Tribunlampung.co.id Nanda Yustizar Ramdani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG BARAT - Kepala BPBD Lampung Barat Maidar menyampaikan, belum ada laporan kerusakan dari masyarakat dampak dari gempa bumi di Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra.
Terjadi gempa bumi tektonik 5,4 magnitudo yang mengguncang wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra, Sabtu (16/1/2021) pukul 16:26:43 WIB.
"Sampai saat ini belum ada laporan masyarakat terkait dampak dari gempa bumi," kata Maidar via pesan WhatsApp kepada Tribunlampung.co.id, Sabtu (16/1/2021) malam.
Baca juga: Gempa Bumi Guncang Majene Sulawesi Barat, Dipicu Getaran Mamuju Thrust
Baca juga: Gempa Bumi M 3,4 di Natar Lampung Selatan, BMKG Sebut Tidak Ada Gempa Susulan
Baca juga: Bangun Tidur, Warga Balik Bukit Lampung Barat Kaget 2 Motornya Lenyap
Baca juga: Terdakwa Jual Tumpukan Kayu Hasil Pembalakan Liar di Hutan Lindung Lampung Barat Rp 1,7 Juta
Tak Potensi Tsunami
Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Samudera Hindia Pantai Barat Sumatra sekira pukul 16:26:43 WIB, Sabtu (16/1/2021), tidak berpotensi tsunami.
Hal tersebut disampaikan Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudy Haryanto.
"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ungkap Rudy Haryanto dalam pesan WhatsApp, Sabtu malam.
Rudy mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak jelas sumbernya.
Rudy pun menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi memiliki parameter update dengan magnitudo M=5,3.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,49 LS dan 103,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 145 km arah Selatan Kota Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung pada kedalaman 43 km.
Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).
Rudy menambahkan, adapun dampak dari gempa bumi tersebut, dirasakan di daerah Liwa, Pesawaran, Tanggamus, dan Bandar Lampung.
"Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan ada truk berlalu," sebut Rudy.