Curanmor di Lampung Tengah
Warga Ceritakan Detik-detik Aksi Penyekapan di Gunung Sugih
Warga menceritakan detik-detik aksi penyanderaan dan penyekapan yang terjadi di Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah.
Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Sejumlah warga menceritakan detik-detik aksi penyanderaan dan penyekapan yang terjadi di Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, Selasa (26/1/2021) lalu.
Suasana saat itu sempat mencekam.
Awalnya, warga meminta pelaku Budi (41) untuk menyerahkan diri.
Namun, pelaku tak menggubrisnya.
• BREAKING NEWS Residivis Curanmor di Lampung Tengah Sekap dan Cekik Wanita dengan Tangan Terborgol
• Cekik Wanita dengan Tangan Terborgol, Residivis Curanmor di Lampung Tengah Mengaku Panik
"Ada puluhan warga yang menunggu di luar rumah korban, menunggu pelaku keluar dan menyerahkan diri. Tapi ditunggu-tunggu dia tidak juga keluar," kata Yanto, warga setempat, Kamis (28/1/2021).
Sektiar 30 menit menunggu, polisi bersama warga akhirnya berinisiatif mendobrak kamar untuk melepaskan korban.
"Warga bersama polisi kemudian masuk ke dalam rumah, dan mendobrak pintu kamar tempat korban disekap. Pelaku dan korban masih ada di dalam kamar," jelasnya.
Amarah warga sempat memuncak.
Beruntung, polisi berhasil mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolsek Gunung Sugih.
• Pengakuan Wanita di Lampung Tengah Disekap dan Dicekik Residivis hingga Pingsan
• Dicekik hingga Pingsan, Wanita asal Gunung Sugih Dilarikan ke RS Mardi Waluyo
Dilarikan ke RS
Regita (23), warga Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunung Sugih, Lampung Tengah, disekap oleh seorang residivis kasus curanmor lalu dicekik hingga pingsan.
Akibat peristiwa itu, korban mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mardi Waluyo, Metro.
Regita mengalami luka lecet di bagian leher akibat jeratan borgol pelaku.
Selain itu, ia juga mengaku sempat susah bernapas akibat cekikan pelaku yang sangat kuat.
"Begitu sadar, saya langsung merasakan sakit di bagian leher. Akibat dicekik, leher saya lecet dan terasa sakit sekali," jelas Regita, Kamis (28/1/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pria-gendong-mayat-anaknya-di-kebun-korban-tiba-tiba-dicekik-ayah-kandung-hingga-tewas.jpg)