Bandar Lampung
Ambil Jalan Pintas Akibat Sakit Menahun, Fenomena Bunuh Diri di Lampung
Peristiwa bunuh diri marak terjadi di Provinsi Lampung beberapa tahun terakhir. Korbannya mayoritas berusia di atas 50 tahun.
Sementara di Pringsewu, korban adalah pria lanjut usia 76 tahun inisial I.
Korban diduga depresi karena sakit menahun yang tak kunjung sembuh.
Pekan sebelumnya, Rabu (20/1/2021) malam, peristiwa bunuh diri terjadi di Kota Bandar Lampung.
Tepatnya di Jalan Karimun Jawa, Kecamatan Sukarame. Korban berinisial Z, mahasiswi sebuah universitas di Bandar Lampung, yang tinggal sendiri di rumah kerabatnya.
Korban yang berasal dari Jawa Barat ini ditemukan oleh teman dekatnya tergantung di rumah tersebut.
Korban diduga depresi.
Sebelum mendatangi rumah itu, teman dekat korban yang berangkat dari Kota Metro sempat berkomunikasi via aplikasi percakapan WhatsApp.
Korban sempat mengirim stiker yang menyiratkan tanda bunuh diri.
Banyak Bersyukur
Retno Riani MPsi, psikolog di Lampung, mengungkap dari 100 ribu orang, 10 orang di antaranya melakukan bunuh diri, merujuk data World Healthy Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia.
"Artinya, angka bunuh diri cukup tinggi. Penyebabnya beragam. Mulai dari pengalaman traumatis, patah hati, depresi, penyalagunaan zat, terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) dari pekerjaan, bullying (menjadi korban perundungan), dan banyak lagi," ujar dosen Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung ini, Selasa (26/1/2021).
Retno pun memberi beberapa tips untuk menjaga agar mental tetap sehat, sehingga terhindar dari menempuh jalan pintas dengan bunuh diri.
Satu di antaranya, banyak bersyukur.
Jangan membandingkan hidup diri sendiri dengan hidup orang lain, utamanya dengan orang yang kondisi ekonominya di atas.
"Lebih melihat ke bawah. Bahwa saat diri merasa bermasalah, ada banyak orang lain yang bahkan kehilangan saudara, tempat tinggal akibat banjir, dan lainnya. Sehingga, akan timbul rasa bersyukur;" kata Retno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ambil-jalan-pintas-akibat-sakit-menahun-fenomena-bunuh-diri-di-lampung.jpg)