Bandar Lampung
Ambil Jalan Pintas Akibat Sakit Menahun, Fenomena Bunuh Diri di Lampung
Peristiwa bunuh diri marak terjadi di Provinsi Lampung beberapa tahun terakhir. Korbannya mayoritas berusia di atas 50 tahun.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Peristiwa bunuh diri marak terjadi di Provinsi Lampung beberapa tahun terakhir.
Korbannya mayoritas berusia di atas 50 tahun.
Sementara penyebab dominan karena depresi mengalami sakit menahun.
Selain juga ada faktor ekonomi, keluarga, hingga urusan asmara.
• Kasus Bunuh Diri di Pringsewu Capai 8 Kasus, Mayoritas Akibat Depresi
• Sebelum Ditemukan Tewas, Mahasiswi Itera asal Cianjur Sempat Kirim Stiker Bunuh Diri ke Kekasihnya
Tribun juga mengumpulkan data peristiwa bunuh diri di berbagai wilayah di Lampung, setidaknya dua tahun terakhir serta sepanjang Januari 2021, sebagai penguat fenomena maraknya bunuh diri.
Baik data resmi dari kepolisian maupun dari berbagai pemberitaan Tribun.
Tribun Lampung juga berusaha menguak fenomena ini dari sisi kesehatan mental.
Tribun mewawancarai psikolog dan psikiater mengenai jalan terbaik untuk menuntaskan masalah yang membuat mental dan jiwa tertekan.
Peristiwa bunuh diri terbaru terjadi di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu, Senin (25/1/2021).
Di Tanggamus, terjadi di Pekon Wonoharjo, Kecamatan Sumber Rejo. Korban berinisial S.
• DPD PKS Bandar Lampung Akan Gelar Muscab Daring
• Politisi Asal Lampung Bongkar Sosok Jenderal di Balik Kudeta Partai Demokrat, Sebut Restu Jokowi
Kapolsek Sumber Rejo AKP Takarinto mengungkapkan, awalnya istri korban yang sedang berada di Bandar Jaya, Lampung Tengah, menghubungi Harmaji, paman korban.
Saat itu, istri korban bercerita dirinya dan sang suami sedang ada masalah.
Ia meminta sang paman memantau korban.
Harmaji yang curiga korban tidak ada di rumah lalu mencarinya bersama Nahrowi.
"Sekitar pukul 16.30 WIB, keduanya mendapati korban tergantung di pohon jengkol di kebun," kata AKP Takarinto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ambil-jalan-pintas-akibat-sakit-menahun-fenomena-bunuh-diri-di-lampung.jpg)