Bandar Lampung
Ambil Jalan Pintas Akibat Sakit Menahun, Fenomena Bunuh Diri di Lampung
Peristiwa bunuh diri marak terjadi di Provinsi Lampung beberapa tahun terakhir. Korbannya mayoritas berusia di atas 50 tahun.
Kemudian, jika memiliki masalah pelik, sebaiknya terbuka untuk bercerita dengan orang terdekat maupun orang lain. Bahasa sehari-harinya, mencurahkan isi hati alias curhat.
"Semisal masalahnya karena kondisi ekonomi. Cobalah mencari peluang usaha atau meminta bantuan teman untuk mencari pekerjaan," imbuhnya.
Idealnya, jelas Retno, seseorang harus mampu mengukur kemampuan dalam hidupnya.
Dengan begitu, akan lebih realistis dalam mencapai keinginan atau menyikapi kehidupan.
Termasuk ketika berhadapan pada kondisi tertekan oleh lingkungan.
"Bersikaplah baik dan ramah. Syukuri keadaan saat ini, sehingga tidak marah atau iri dengan orang yang lebih beruntung hidupnya," ujar Retno.
Peran Orang Dekat
Dalam mencegah terjadinya tindakan bunuh diri, peran orang terdekat sangat penting untuk menemani orang yang mengalami tekanan ataupun depresi.
Retno mencontohkan jika ada orang yang berhadapan dengan penyakit yang sulit sembuh.
Ia menyarankan orang tersebut mencari dukungan kepada orang-orang di sekitar, khususnya keluarga.
"Sehingga bisa lebih tegar menghadapi kehidupan, dengan tetap berikhtiar untuk sembuh. Melakukan kegiatan yang bermanfaat, sehingga bisa melupakan rasa sakit. Mengalihkan perhatian ke hal-hal yang menyenangkan juga akan membantu," jelasnya.
Retno juga mengimbau orang-orang berempati jika ada orang terdekat yang sedang mengalami tekanan ataupun depresi.
"Idealnya, orang-orang di sekeliling mampu mendukung dan memiliki empati, sehingga yang bersangkutan merasa hidupnya bermakna dan punya arti," ujar Retno.
Data Kasus
Di Kabupaten Lampung Utara, dalam waktu dua tahun (2019-2020), terdapat sembilan peristiwa bunuh diri. Jumlah tersebut meningkat dari 2019 ke 2020.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ambil-jalan-pintas-akibat-sakit-menahun-fenomena-bunuh-diri-di-lampung.jpg)