Kasus Suap Lampung Tengah

BREAKING NEWS 2 Saksi Duduk di Kursi Pengunjung, Majelis Hakim: Anda Bisa Jadi Terdakwa

Sementara Simon Susilo dan Agus Purwanto hadir belakangan. Ketua majelis hakim kesal karena keduanya duduk di kursi pengunjung tanpa melapor.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id / Hanif Mustafa
Suasana sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Mustafa, eks Bupati Lampung Tengah di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (4/2/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengadilan Negeri Tanjungkarang kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Mustafa, eks Bupati Lampung Tengah, Kamis (4/2/2021).

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum (JPU) KPK menghadirkan lima orang saksi.

Termasuk Soni Adiwijaya selaku konsultan atau timses Mustafa, saksi yang sempat mangkir pada sidang sebelumnya.

Empat saksi lainnya yakni Primadianta (PNS Lampung Tengah), Rusmaladi alias Ncus (PNS Lampung Tengah), Simon Susilo (rekanan), dan Agus Purwanto (rekanan).

Mustafa Siap Beberkan Puluhan Aktor yang Terima Aliran Dana Fee Proyek di Lampung Tengah

Jaksa KPK Akan Panggil Lagi Soni Adiwijaya dalam Sidang Mustafa

Namun, ketua majelis hakim Efiyanto meradang karena hanya tiga saksi yang hadir tepat waktu.

Ketiganya adalah Sony Adiwijaya, Primadianta, dan Rusmaladi alias Ncus.

Sementara Simon Susilo dan Agus Purwanto hadir belakangan.

Ketua majelis hakim kesal karena keduanya duduk di kursi pengunjung tanpa melapor.

"Itu ada saksi lagi di ruang sidang," kata Efiyanto.

Polisi Tangkap Warga Lampung Tengah saat Akan Pesta Sabu di Kamar Kos

Polisi Gerebek Arena Judi di Tengah Ladang Jagung di Seputih Surabaya, Lampung Tengah

Simon Susilo dan Agus Purwanto pun maju.

"Ini kalian sudah baca relasnya tidak? Mentang-mentang orang Indonesia, jangan jam karet," cetus Efiyanto.

"Saya sudah datang, saya nungu di depan (pengadilan). Saya pikir belum mulai," kilah Simon.

"Dengan Saudara tidak hadir ini bisa jadi Anda menghalang-halangi, dan Anda bisa duduk jadi terdakwa. Maka lain waktu tepat waktu. Ini jadinya terbengkalai. Lain kali disiplin," tandas Efiyanto. ( Tribunlampung.co.id / Hanif Mustafa )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved