Kasus Suap Lampung Tengah

Mustafa Siap Beberkan Puluhan Aktor yang Terima Aliran Dana Fee Proyek di Lampung Tengah

Mustafa juga mengajukan diri sebagai justice collaborator demi mengungkap aktor-aktor lain yang menerima aliran dana dalam perkara dugaan gratifikasi.

Penulis: hanif mustafa | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa menjalani sidang lanjutan perkara dugaan gratifikasi dari Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, Kamis (28/1/2021). Sidang digelar secara telekonferensi di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa membantah disebut menerima uang fee sebesar Rp 5 miliar.

Mustafa juga mengajukan diri sebagai justice collaborator demi mengungkap aktor-aktor lain yang menerima aliran dana dalam perkara dugaan gratifikasi di Lampung Tengah.

Hal ini diungkapkan Mustafa saat ditanya oleh majelis hakim sesaat sebelum sidang ditutup.

"Terdakwa, sebelum sidang diakhiri, saya beri kesempatan untuk bertanya kepada saksi. Silakan," kata ketua majelis hakim Efiyanto dalam sidang telekonferensi di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (28/1/2021).

Tak Kunjung Dapat Proyek Seusai Setor Rp 5 M, Awi Bertemu Mustafa: di Sana Mustafa Minta Fee Rp 15 M

Dekat dengan Mustafa, Soni Adiwijaya Dikenal sebagai Ketua Pemuda Nasdem Pringsewu

Mustafa pun memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya kepada Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto.

Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan gratifikasi di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (28/1/2021).
Direktur PT Sorento Nusantara Budi Winarto menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan gratifikasi di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (28/1/2021). (Tribunlampung.co.id/Deni)

"Saya hanya ingin menanyakan kepada Budi Winarto," kata Mustafa.

Efiyanto pun mempersilakan Mustafa untuk melempar pertanyaan kepada Budi Winarto.

"Izin, Yang Mulia dan JPU. Saya ingin menanyakan bahwa pertemuan di Hotel Borobudur, saya sebagai terdakwa, saya betulkan hanya sebentar saja. Dan, Anda karena ingin mengerjakan proyek di Lampung Tengah, saya minta Anda hubungan dengan Taufik Rahman," kata Mustafa.

Mustafa pun menanyakan perihal fee yang diminta oleh Taufik Rahman kepada Budi Winarto dalam pertemuan di Hotel Bukit Randu.

Rycko Menoza-Johan Sulaiman Ikut Ajukan Gugatan ke MA, Ini Alasannya

Dituding Langgar Kode Etik, Bawaslu Lampung Dilaporkan ke DKPP

"Ya, 10 sampai 20 persen," sahut Budi Winarto.

"Kemudian di Summit Bistro Anda bertemu dengan saya dan menyampaikan jika tak bisa mengerjakan proyek di Lampung Tengah lantaran kondisi perusahaan yang tidak dimungkinkan," beber Mustafa.

"Betul, betul," ujar Budi Winarto menanggapi pernyataan Mustafa.

"Sebentar, sebentar. Saudara katanya tadi bayar Rp 5 miliar. Kemudian di Sukadanaham (Summit Bistro) ditawarkan proyek lagi Rp 80 miliar dengan fee Rp 15 miliar tapi Anda batalkan. Saya masih ingat lho. Jadi bagaimana?" tanya Efiyanto kepada Budi Winarto.

"Posisinya saya gak sanggup mengeluarkan uang itu, jadi saya batalkan. Kalau pertemuan pertana, posisinya menyarankan saya bertemu dengan Pak Kadis (Taufik Rahman)," kata Budi Winarto.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved