Breaking News:

Penikaman Syekh Ali Jaber di Lampung

Penikam Almarhum Syekh Ali Jaber Dituntut 10 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Sebut Tak Layak

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap terdakwa Alpin Andrian, penikam Syekh Ali Jaber.

Tribunlampung.co.id/Muhammad Joviter
Kuasa hukum terdakwa Alpin Andrian, Ardiansyah (kiri), saat diwawancarai seusai sidang di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (18/2/2021). Dalam persidangan, JPU menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap terdakwa Alpin Andrian, penikam Syekh Ali Jaber. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lanjutan sidang Alpin Andrian, terdakwa penikaman almarhum Syekh Ali Jaber di Pengadilan Negri Tanjungkarang, Kamis (18/2/2021), dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman 10 tahun penjara terhadap terdakwa Alpin Andrian, penikam Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung, pada September 2020.

Alpin dikenakan pasal 340 tentang percobaan pembunuhan dan pasal 2 ayat 1 tentang kepemilikan senjata tajam.

Menanggapi hal tuntutan tersebut, kuasa hukum terdakwa, Ardiansyah menilai, tuntutan yang diberikan JPU itu tidak layak.

Baca juga: Pantun ala Wiyadi Tutup Paripurna Istimewa Penetapan Paslonkada Terpilih Bandar Lampung

Baca juga: Penikam Syekh Ali Jaber Disebut Pernah Dibawa ke Klinik Kejiwaan, Dirawat di Ruang Khusus 3 Hari

Ardiansyah berpendapat, seharusnya terdakwa Alpin dikenakan pasal yang lebih ringan yakni pasal 351 ayat 2 tentang penganiayaan biasa dan ancaman maksimal hanya 2 tahun 8 bulan.

"Kami tentu punya pandangan lain, nanti akan kami ungkapkan di persidangan selanjutnya," ujar Ardiansyah, Kamis (18/2/2021).

Ardiansyah menambahkan, untuk jadwal sidang pada pekan depan beragenda penyampaian pembelaan.

"Nanti kami sampaikan dalam pembelaan, semuanya sudah kami siapkan," ucap Ardiansyah.

Pada persidangan sebelumnya, Kamis (4/2/2021), majelis hakim maupun JPU telah mendengarkan keterangan dari terdakwa penikam Syekh Ali Jaber

Dalam keterangannya, lanjut Ardiansyah, terdakwa mengaku tidak berniat untuk membunuh.

Baca juga: Hal Pertama yang Dilakukan Eva Dwiana Setelah Sah sebagai Wali Kota Bandar Lampung

Baca juga: DPRD Gelar Paripurna Istimewa Penetapan Paslonkada Terpilih Bandar Lampung Siang Ini

Terdakwa, kata Ardiansyah, hanya ingin melukai korban.

Niat ini dilatari, karena terdakwa tidak menyukai orang-orang dari Timur Tengah.

“Ini karena terpengaruh tayangan-tayangan yang disajikan ISIS, sehingga tidak menyukai orang (asal) Arab."

"Seperti itu yang dikatakan Alpin saat dimintai keterangan oleh majelis hakim," jelas Ardiansyah.

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Penulis: joeviter muhammad
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved