Breaking News:

Aksi Pemerasan di Tanggamus

Pelaku Pemerasan Petugas PLN di Lampung Kerap Minta Uang ke Tukang Sayur

Pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap petugas PLN di Tanggamus, ternyata sudah kerap melakukan aksinya.

grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi. Pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap petugas PLN di Tanggamus, ternyata sudah kerap melakukan aksinya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap petugas PLN di Tanggamus, ternyata sudah kerap melakukan aksinya.

Jajaran Polsek Semaka, Polres Tanggamus menangkap pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap petugas PLN pada Jumat (19/2/2021)

"Selama ini tersangka dikenal meresahkan dengan seringnya melakukan pemerasan di sejumlah tempat."

"Namun para korban tidak berani melapor, sebab tersangka selalu mengancam akan mencarinya," kata Kapolsek Semaka Inspektur Satu Heri Yulianto, Jumat.

Baca juga: Ubeloe Kopi di Ulu Belu Tanggamus Sudah Rambah Pasar dari Sumatera hingga Papua

Baca juga: 20 Warga Tak Bermasker di Kota Agung Tanggamus Diberi Teguran Tertulis

Ia menambahkan, berdasarkan penyelidikan sebelumnya, tersangka yang dikenal sebagai preman sering lakukan pemerasan di Pasar Kuncoro.

Para korban mulai dari pedagang-pedagang sayur, sopir-sopir mobil boks. 

Kemudian tempat penggilingan padi di wilayah Kecamatan Semaka, lokasi Sumur Tiban di Pekon Sudimoro Bangun, ke balai-balai pekon, dan tempat lain. 

Pelaku pemerasan petugas PLN di Tanggamus saat diamankan di mapolsek setempat, Jumat (19/2/2021). Jajaran Polsek Semaka, Polres Tanggamus menangkap pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap petugas PLN.
Pelaku pemerasan petugas PLN di Tanggamus saat diamankan di mapolsek setempat, Jumat (19/2/2021). Jajaran Polsek Semaka, Polres Tanggamus menangkap pelaku pemerasan dan pengancaman terhadap petugas PLN. (Dokumentasi Polisi)

"Tersangka menilai jika di tempat itu ada aktivitas masyarakat yang diduga ada uangnya maka langsung didatangi dan minta uang. Ucapannya, bagi-bagi dulu," kata Heri. 

Korban juga dilihat-lihat, apabila terlihat lemah maka tersangka berani meminta uang dan mengancam.

Uang yang diberi para korban bervariasi mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah, atau juga minta rokok. 

Baca juga: Kisah Petani Bunga Sedap Malam Asal Tanggamus, Supriadi Tak Bisa Penuhi Permintaan Akibat Hujan

Baca juga: Disdukcapil Tanggamus Akan Lakukan Perekaman Keliling e-KTP, Kejar Target Wajib KTP

Halaman
1234
Penulis: Tri Yulianto
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved