Breaking News:

UMKM Lampung

Ubeloe Kopi di Ulu Belu Tanggamus Sudah Rambah Pasar dari Sumatera hingga Papua

Demi meningkatkan kesejahteraan petani kopi, Tahan Dwi Prawoto dirikan UKM pengolahan biji kopi dengan merek Ubeloe Kopi.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Tahan Dwi Prawoto dengan produknya Ubeloe Kopi yang sudah dikirimkan dari Sumatra sampai Papua. Demi meningkatkan kesejahteraan petani kopi, Tahan Dwi Prawoto dirikan UKM pengolahan biji kopi dengan merek Ubeloe Kopi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Demi meningkatkan kesejahteraan petani kopi, Tahan Dwi Prawoto dirikan UKM pengolahan biji kopi dengan merek Ubeloe Kopi.

Usaha tersebut didirikan pada 17 Agustus tahun lalu di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulu Belu setelah melihat kondisi para petani kopi yang butuh pemasaran hasil dari kebun mereka.

Lantas diadakan sistem kerja sama dengan menjalin kemitraan para petani kopi di Pekon Datarajan dan di pekon lain di Kecamatan Ulu Belu

"Alasan berdirinya Ubeloe Kopi ingin membantu dan bersama-sama petani Ulu Belu memasarkan kopi dengan proses yang benar. Sehingga mempunyai daya jual yang tinggi, akhirnya bisa meningkatkan ekonomi petani kopi," ujar Dwi, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: 20 Warga Tak Bermasker di Kota Agung Tanggamus Diberi Teguran Tertulis

Baca juga: Kisah Petani Bunga Sedap Malam Asal Tanggamus, Supriadi Tak Bisa Penuhi Permintaan Akibat Hujan

Baginya dan para petani kopi di Pekon Datarajan, Ulu Belu, soal produksi kopi baik dari segi budidaya tanaman, pengolahan buah kopi hingga menjadi bubuk kopi bukan sesuatu yang baru. 

Sebab usaha perkebunan tersebut sudah turun temurun mereka pahami. Hanya saja tinggal pemasaran yang masih jadi hambatan. Itu juga yang jadi persoalan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman kopi. 

"Akhirnya kami fokus bagaimana caranya meningkatkan kualitas produk kopi biar bisa dijual ke luar daerah. Sebab hanya dengan cara itu maka kesejahteraan petani kopi meningkat," ujar Dwi. 

Maka mulailah, produk kopi ikuti selera pasar. Seperti membuat dua dua jenis produk yakni biji kopi petik merah atau premium, dan bubuk kopi murni. 

"Untuk varian kopi bubuk petik merah (premium) dengan sasaran pasar golongan menengah ke atas. Harganya 25.000 perkemasan dengan berat 200 gram," terang Dwi. 

Lantas untuk varian kopi bubuk murni ditujukan pada pasar golongan masyarakat menengah ke bawah. Harganya Rp 15.000 perbungkus dengan berat 250 gram.

Baca juga: Disdukcapil Tanggamus Akan Lakukan Perekaman Keliling e-KTP, Kejar Target Wajib KTP

Baca juga: Bhabinkamtibmas Polres Tanggamus Ajak Masyarakat Sadar Vaksinasi Covid-19

Menurutnya, kedua jenis itu adalah solusi dari kualitas buah kopi. Sebab hasil panenan buah kopi berbeda-beda sedangkan tujuan awal ingin meningkatkan kesejahteraan petani kopi

Sehingga tercipta dua produk Ubeloe Kopi, sekaligus juga untuk memenuhi keadaan pasar. Sebab selain kondisi hasil buah kopi, tingkat ekonomi dan selera masyarakat juga berbeda-beda. 

Hasilnya usaha itu pun sukses karena saat ini produk Ubeloe Kopi sudah rutin dikirim ke berbagai daerah untuk dipasarkan, seperti ke daerah-daerah di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, bahkan sampai dikirim ke Papua.

( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved