Breaking News:

Tulangbawang Barat

Ratusan Siswa SMP Karya Bhakti Sisiri Sampah di Sepanjang Jalan Tiyuh Panaragan

Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Bhakti Panaragan Zaini bersama ratusan siswanya membersihkan lingkungan dari sampah.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Endra
Siswa SMP Karya Bhakti Panaragan, Tubaba melakuka gerakan memungut sampah, Jumat (05/03/2021) pagi. Ratusan Siswa SMP Karya Bhakti Sisiri Sampah di Sepanjang Jalan Tiyuh Panaragan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG BARAT - Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Bhakti Panaragan Zaini bersama ratusan siswanya membersihkan lingkungan dari sampah terutama sampah plastik, Jumat (05/03/2021).

Bukan hanya di lingkungan sekolah, namun mereka juga menyusuri jalan untuk membersihkan sampah.

Kegiatan ini dilakukan tak hanya dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), SMP Karya Bhakti sejak dahulu juga memiliki program bersih-bersih lingkungan.

Ini bertujuan mendidik anak didik memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan. 

"SMP Karya Bhakti memang sudah lama punya kegiatan bersih-bersih terutama hari Jumat. Kami menyebutnya Jumat bersih, dengan begitu lingkungan menjadi bersih, asri dan anak-anak murid menjadi sehat secara tidak langsung olahraga pagi," ungkap Zaini.

Bertepatan di hari peduli sampah ini, dia mengajak seluruh anak didik dan orang tua murid agar dapat menjaga kebersihan lingkungan.

Dia mengingatkan jangan lagi membuang sampah di aliran sungai sebab akan merugikan kita sendiri.

"Lebih baik membakar atau mengubur sampah daripada di buang ke sungai, Ingat bahwa bumi ini adalah tempat tinggal manusia bila dipenuhi sampah maka akan tinggal dimana kita, apa akan tinggal dengan sampah yang bau dan busuk?," paparnya.

Membuang sampah sembarangan apalagi di aliran sungai dapat menyebabkan banjir.

"Yang paling riskan saya perhatikan khususnya di kampung-kampung tua, sudah banyak pepohonan di sepanjang aliran sungai dan rawa-rawa di tebang dan di gusur. Sehingga ini menyebabkan banjir karena tidak ada lagi daya serap air," imbuhnya.

Menurutnya, peduli terhadap ekosistem rawa dan sungai adalah cara tepat menyelamatkan lingkungan.

Pengelolan sampah yang tepat serta konsisten juga cara terbaik bagi Kabupaten Tubaba. 

"Yang paling penting di rancang dan diprogramkan secara terus menerus sebelum sampah di Tubaba menjadi masalah besar kemudian harinya," tandasnya.

( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain ) 

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved