Breaking News:

Lampung Tengah

Polisi Tangkap Pemuda saat Akan Transaksi Narkoba di Loket Bus di Lampung Tengah

Hendak transaksi narkoba di loket bus antar kota dalam provinsi, seorang pemuda diamankan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Lampung Tengah.

Dokumentasi Polisi
Pelaku Bejo dan barang bukti sabu diamankan Polres Lamteng. Hendak transaksi narkoba di loket bus antar kota dalam provinsi, seorang pemuda diamankan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Lampung Tengah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Hendak transaksi narkoba di loket bus antar kota dalam provinsi, seorang pemuda diamankan Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Lampung Tengah.

Penangkapan Bejo (34) warga Kampung Sri Waelangsep, Kecamatan Kalirejo, bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aksi jual beli narkoba di dalam loket bus.

"Informasi warga kami dalami, dan akhirnya kami lakukan pengintaian terhadap ciri-ciri orang yang dimaksud. Saat itu pelaku Bejo berada di loket bus di Kampung Gotong Royong, Bumi Ratunuban, Jumat (5/3/2021)," kata Kasatnarkoba AKP Hendra Gunawan mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Senin (8/3).

Hendra menjelaskan, setelah dilakukan penyergapan, pihaknya melakukan penggeledahan di badan dan keliling pelaku Bejo.

Baca juga: 2 Pelaku Sabung Ayam yang Ditangkap Polisi di Lampung Tengah Terancam 10 Tahun Bui

Baca juga: Warga Dukung Polisi Gerebek Arena Sabung Ayam di Lampung Tengah, Meresahkan!

"Saat kami lakukan pengeledahan di badan pelaku, ditemukan barang bukti satu plastik klip bening berisi kristal warna putih diduga narkotika jenis sabu, berat beserta bungkus 0,17 gram, serta satu pipa kaca pirek," ujar Hendra.

Selanjutnya, pelaku Bejo beserta barang bukti sabu diamankan ke Mapolres Lampung Tengah, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Pelaku Bejo dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan menguasai atau menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman dan atau setiap penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan hukuman penjara selama 4 sampai 12 tahun penjara.

Bejo mengatakan jika barang bukti adalah milik kawannya yang hendak dijual kembali kepada orang lain dan berjanjian di loket bus.

"Saya disuruh (teman) menyerahkan itu (paket kecil sabu) kepada calon pembeli, dan janjian di sini (loket bus)," kata Bejo.

Ia menambahkan, barang bukti serbuk kristal haram itu hendak dijual seharga Rp 250 ribu.

Baca juga: Pelaku Sabung Ayam di Lampung Tengah Sebut Banyak Orang Datang Cuma Pasang Togel

Baca juga: Polisi Gerebek Arena Sabung Ayam di Lampung Tengah, Pelaku: Saya Cuma Ikut-ikutan

( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Penulis: syamsiralam
Editor: Noval Andriansyah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved