Penemuan Mayat di Bandar Lampung
Jasad Terbungkus Plastik di RSUD Dadi Tjokrodipo Diduga Korban Pembunuhan
Suaidi (50), petugas kebersihan RSUD Dr A Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung, yang ditemukan tewas di ruang laundry, diduga korban pembunuhan.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Suaidi (50), petugas kebersihan RSUD Dr A Dadi Tjokrodipo, Bandar Lampung, yang ditemukan tewas di ruang laundry, diduga korban pembunuhan.
Pasalnya, ditemukan beberapa tanda bekas penganiayaan di tubuh korban.
Dugaan itu dikatakan Kapolsek Telukbetung Selatan Kompol Hari, Senin (22/3/2022).
"Dugaan sementara, korban merupakan korban pembunuhan. Sebab ditemukan beberapa tanda penganiayaan di tubuh korban," kata Hari.
Baca juga: Jasad Terbungkus Plastik Laundry, Kematian Petugas Kebersihan RSUD Dadi Tjokrodipo Masih Misteri
Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Petugas Kebersihan RSUD Bandar Lampung di Ruang Laundry
Hari menjelaskan, petugas Polsek Telukbetung Selatan mendapat informasi penemuan mayat di RSUD A Dadi Tjokrodipo, Senin sekitar pukul 06.30 WIB.
"Setelah mendapat informasi tersebut, beberapa petugas kami dari Polsek Telukbetung Selatan langsung mendatangi lokasi kejadian," tutur Hari.
Polsek Telukbetung Selatan mengevakuasi tubuh korban dengan dibantu tim Inafis Polresta Bandar Lampung.
"Selanjutnya jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna autopsi. Kami juga sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian," kata Hari.
"Kami sudah mengamankan barang bukti yang ada di lokasi. Satu di antaranya plastik pembungkus korban. Kami juga sudah mewawancarai beberapa saksi yang pertama menemukan korban meninggal dunia. Selanjutnya kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara," tutupnya.
Kerap Tidur di Ruang Laundry
Kasubbag Humas RSUD A Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Irwan Sujoko membenarkan bahwa warga Jalan Meranti Gunung, Kelurahan Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung itu merupakan petugas kebersihan di RSUD A Dadi Tjokrodipo.
Dia juga mengatakan, korban sering tidur di ruang laundry tempatnya ditemukannya sudah meninggal dunia.
"Suaidi ini petugas kebersihan yang menangani laundry. Tiap hari dia tidur di ruangan tersebut. Alasannya, karena rumahnya jauh. Ketika ada sif malam, ia bisa bermalam di ruangan tersebut," beber Irwan.
Di mata Irwan, korban dikenal sebagai orang yang baik.
"Dia dikenal sebagai karyawan yang baik dan teman yang baik untuk rekan-rekannya. Dia tidak pernah membuat masalah. Kinerjanya pun sangat bagus," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/rekonstruksi-pembunuhan-bayi-di-bandar-lampung-11.jpg)