Breaking News:

Kasus Suap Lampung Tengah

Setor Fee Rp 900 Juta, Kontraktor Ini Tak Dapat Proyek di Lampung Tengah

Dapat jatah proyek, mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung Tengah Ahmad Rosidi mengaku hanya mencarikan pekerjaan untuk rekannya.

Tribunlampung.co.id / Hanif
Tiga saksi hadir dalam persidangan perkara dugaan suap dan gratifikasi Lampung Tengah di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (1/4/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dapat jatah proyek, mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lampung Tengah Ahmad Rosidi mengaku hanya mencarikan pekerjaan untuk rekannya.

Hal ini diungkapkan Ahmad Rosidi saat menjadi saksi dalam sidang perkara dugaan suap dan gratifikasi di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (1/4/2021).

Ahmad mengaku tak pernah mendapatkan proyek di Lampung Tengah.

"Kalau kontakan Andre Kadrusman. Karena Pak Suhapri (kontraktor) meminta tolong untuk mendapatkan proyek di Lamteng," ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS Gunadi Ibrahim Tak Hadiri Sidang Mustafa karena Stroke

Baca juga: Paripurna Jadi Bancakan, Anggota DPRD Lampung Tengah Disawer hingga Rp 48 Juta oleh Mustafa

Ahmad awalnya menolak permintaan Suhapri yang ingin mendapatkan pekerjaan.

"Saya sempat ngomong karena ini masih proses pilkada, jadi repot. Tapi Pak Suhapri memaksa, sehingga saya telepon Andre, dan kata Andre sabar dulu karena belum ada perintah," tuturnya.

Ahmad mengaku mendapat kabar dari Andre untuk menyerahkan fee Rp 475 juta.

"Saya percaya dan yakin karena dia (Andre Kadarusman) sekretaris PUPR dan yang menawarkan. Sedangkan Pak Taufik (Rahman) kadisnya," ujarnya.

Ahmad mengatakan, penyerahan fee dilakukan dua kali.

"Lalu sebulan kemudian, di masjid Korpri, Rp 450 juta kalau gak salah. Jadi total Rp 900 juta," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved