Breaking News:

Polisi Lampung Terjerat Kasus Narkoba

Jasa sebagai Polisi Ringankan Vonis AKP Andrianto dalam Kasus Sabu 1 Kg

Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang menggunakan tanda jasa terdakwa Andrianto di institusi Polri untuk mengurangi hukuman.

Tribunlampung.co.id / Hanif
Suasana persidangan putusan Andrianto di PN Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (8/4/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang menggunakan tanda jasa terdakwa AKP Andrianto di institusi Polri untuk mengurangi hukuman.

Ketua majelis hakim Hastuti menyebutkan, sebelum menjatuhkan vonis, pihaknya telah melakukan pertimbangan.

"Hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika," ungkapnya dalam persidangan, Kamis (8/4/2021).

Sementara hal yang meringankan, kata Hastuti, terdakwa telah menyesali perbuatannya.

"Selama persidangan terdakwa berbuat sopan," imbuhnya.

Hastuti menambahkan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

"Terdakwa selama mengabdi telah banyak berjasa terhadap institusi Polri," tandas Hastuti.

Pengadilan Negeri Tanjungkarang mengganjar oknum anggota Polri berpangkat ajun komisaris selama tujuh tahun penjara.

Perwira pertama ini diganjar hukuman penjara atas keterlibatannya dalam penyelundupan sabu seberat 1 kilogram ke Lampung.

Oknum perwira pertama tersebut diketahui bernama Andrianto (47), warga Ganjar Agung, Metro, Barat Lampung.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved