Breaking News:

Tanggamus

27 Warga Binaan Rutan Kota Agung Terima Asimiliasi Jelang Idul Fitri 

27 warga binaan Rumah Tahanan Kota Agung menerima asimilasi dan pembebasan bersyarat. 

Tribunlampung.co.id/Tri
27 warga binaan Rutan Kota Agung berfoto bersama usai terima asimilasi. 27 Warga Binaan Rutan Kota Agung Terima Asimiliasi Jelang Idul Fitri  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - 27 warga binaan Rumah Tahanan Kota Agung menerima asimilasi dan pembebasan bersyarat. 

Menurut Akhmad Sobirin Soleh, Kepala Rutan Kota Agung, 27 warga binaan tersebut terdiri 26 warga binaan menerima asimilasi dan pembebasan bersyarat satu warga binaan

"Pemberian asimilasi di rumah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Permenkumham no 32 tahun 2020. Asimilasi dan pembebasan bersyarat pada 27 warga binaan agar dapat merayakan Idul Fitri 1442 H bersama keluarga di rumah," kata Sobirin.

Ia mengaku, untuk asimilasi jelang Idul Fitri ini, pihaknya telah mengupayakan semaksimal mungkin. 

Selanjutnya bagi warga binaan yang menjalankan asimilasi di rumah hendaknya tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menjaga diri dari penularan dan penyebaran Covid-19.

Warga binaan hendaknya mentaati ketentuan yang harus dilaksanakan selama menjalani asimilasi di rumah  serta tidak melakukan pengulangan tindak pidana. 

Baca juga: Lapas Kota Agung Rutin Rapid Tes Warga Binaan Baru dan yang Akan Jalani Asimilasi

"Jika warga binaan melakukan tindakan pidana dalam masa asimilasi maka hal asimilasinya akan dicabut dan selanjutnya menjalani masa hukuman lagi di rutan," kata Sobirin. 

Ia mengaku, untuk teknisnya setelah warga binaan mendapatkan surat keputusan asimilasi selanjutnya wajib lapor ke Balai Pemasyarakatan di Pringsewu. 

Program asimilasi bagi warga binaan di rutan dan lembaga pemasyarakatan sesuai instruksi dari Kementerian Hukum dan HAM RI dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 di instansi pemasyarakatan. 

Untuk persyaratan warga binaan yang dapat asimilasi diatur dalam Permenkumham nomor 32 tahun 2020. Salah satunya hanya berlaku untuk warga binaan yang telah jalani setengah masa pidana dan dua pertiga masa pidananya paling lambat 30 Juni 2021. 

Asimilasi tidak diberikan kepada mereka yang berstatus residivis dan terlibat dalam tindak pidana pembunuhan yang diatur dalam pasal 339 dan 340 KUHP, perampokan (pasal 365 KUHP), kesusilaan (pasal 285 sampai 290 KUHP) dan perlindungan anak. 

Selanjutnya tidak masuk dalam tindak pidana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah RI 99 tahun 2012.

( Tribunlampung.co.id / tri yulianto )

Penulis: Tri Yulianto
Editor: Reny Fitriani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved