Kasus Suap Lampung Tengah

JPU Pastikan Sudah Panggil Ny Lee, PN Tanjungkarang Kembali Gelar Sidang Mustafa Hari Ini

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah mengirimkan surat panggilan kepada lima orang saksi.

Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni
Ilustrasi - Sidang Mustafa yang digelar pekan lalu. JPU Pastikan Sudah Panggil Ny Lee, PN Tanjungkarang Kembali Gelar Sidang Mustafa Hari Ini 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Pengadilan Negeri Tanjungkarang akan kembali menggelar sidang perkara suap dan gratifikasi yang melibatkan mantan bupati Lampung Tengah Mustafa pada Kamis (27/5/2021) ini.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK telah mengirimkan surat panggilan kepada lima orang saksi.

"Kita telah mengirimkan surat panggilan kepada Purwanti Lee (Ny Lee), Chusnunia Chalim alias Nunik (ketua DPW PKB Lampung), Midi Iswanto, Slamet Anwar, Khaidir Bujung," jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Taufiq Ibnugroho mengatakan, Rabu (26/5/2021).

Menurut Taufiq, surat panggilan itu dikirimkan kepada lima saksi pada 20 Mei 2021.

Surat sudah diterima oleh kelimanya.

"Namun apakah mereka hadir atau tidak, kita lihat besok," kata Taufiq.

Baca juga: Kasus Suap Lamteng, Jaksa KPK Akan Panggil 5 Saksi, Satu di Antaranya Petinggi SGC

Taufiq menerangkan, pemanggilan 5 saksi itu sesuai penetapan majelis hakim pada sidang sebelumnya.

Jika ada saksi yang tidak hadir, maka menjadi kewenangan majelis hakim pula untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Karena panggilan ini permintaan berdasarkan penetapan dari majelis hakim, kita (JPU) hanya melaksanakan penetapan majelis hakim," kata Taufiq.

Terpisah, penasihat hukum terdakwa Mustafa, M Yunus mengatakan, pihaknya siap menghadapi persidangan lanjutan di PN Tipikor Tanjungkarang Kamis ini. Ia berharap, kelima saksi itu akan hadir.

Baca juga: 5 Saksi Akan Dipanggil Kembali dalam Sidang Eks Bupati Lampung Tengah, Nunik hingga Purwanti Lee

"Kalau saya berprasangka baik, saya yakin mereka (saksi-saksi) bisa datang sebagai warga negara yang baik," kata M Yunus.

Yunus mengaku, telah menyiapkan bahan dan draf pertanyaan untuk mengkonfrontir keterangan saksi. Pihaknya akan mengkonfrontir keterangan saksi yang dinilai kontradiktif.

"Nunik dalam sidang sebelumnya mengatakan jika tidak menerima uang Rp 150 juta dari Mustafa. Dia juga mengatakan, tidak menyuruh orang dalam hal ini Slamet Anwar, untuk mengakui menerima uang itu," jelasnya.

Namun ternyata saksi Slamet Anwar berkata lain lagi.

"Slamet ini mengatakan jika tiga kali diminta Nunik, orangtua dan orang dekat Nunik untuk mengakui menggunakan uang Rp 150 juta itu," kata M Yunus.

Ia meneruskan, di lembaga peradilan ini jelas, untuk saksi yang memberi keterangan palsu sesuai UU Tipikor pasal 21 maka masuk dalam kategori menghalangi penyidikan. Ancamannya pidana 7 tahun.

Namun, terus Yunus, pihaknya tidak tahu siapa yang memberi keterangan palsu.

"Yang jelas faktanya ada yang berbohong di bawah sumpah, di hadapan majelis hakim dan proses persidangan," kata M Yunus.

( Tribunlampung.co.id / Muhammad Joviter )

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved