Breaking News:

Dugaan Korupsi SMPN 10 Metro

Begini Modus Eks Kepala SMPN 10 Metro dan Bendahara Korupsi Uang Rp 223 Juta

Kejaksaan Negeri Metro menetapkan Supardi dan Abdul Basit sebagai tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam rehabilitasi SMPN 10.

Tribunlampung / Indra Simanjuntak
Kejaksaan Negeri Metro menahan mantan Kepala SMPN 10 Metro Supardi dan bendaharanya, Abdul Basit, Kamis (3/6/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Kejaksaan Negeri Metro menetapkan Supardi dan Abdul Basit sebagai tersangka terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam rehabilitasi SMP Negeri 10 Metro pada tahun 2017.

Kedua tersangka dikenakan pasal 2, pasal 3, dan pasal 9 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Proyek dalam rehabilitasi gedung SMPN 10 Metro tahun 2017 melalui Kementerian Pendidikan Nasional senilai Rp 450 juta.

Kasi Intel Kejari Metro Rio Halim menjelaskan, Supardi dan Abdul Basit menggunakan modus menyimpangkan pembelian material bangunan.

Ada pula indikasi pembayaran tukang yang dinilai fiktif.

"Nah, dalam pengerjaan tersebut, terdapat penyimpangan pada pembelian bahan-bahan bangunan dan fiktif dalam pembayaran tukang, sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 223 juta," ungkap Rio, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS Kejari Tahan Mantan Kepala SMPN 10 Metro Supardi dan Bendahara

Nilai kerugian terkait dugaan kasus korupsi rehabilitasi SMPN 10 Metro mencapai Rp 233 juta.

Rio Halim mengatakan, penahanan kedua tersangka Supardi dan Abdul Basit atas dugaan proyek rehabilitasi SMPN 10 pada tahun 2017 senilai Rp 450 juta.

"Adapun kerugian negara dari hasil audit senilai Rp 223 juta," jelas Rio, Kamis (3/6/2021).

Supardi, warga Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, adalah mantan kepala SMPN 10 Metro.

Baca juga: Dugaan Korupsi SMPN 10 Metro Senilai Rp 233 Juta

Sementara Abdul Basit, warga Jalan Kerang, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, berstatus sebagai bendahara aktif SMPN 10 Metro.

Kejaksaan Negeri Metro menahan mantan Kepala SMPN 10 Metro Supardi dan bendaharanya, Abdul Basit, Kamis (3/6/2021).

Kepala Seksi Intelijen Kejari Metro Rio Halim mengatakan, keduanya diamankan atas perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek rehabilitasi gedung SMPN 10 Metro tahun 2017.

"Betul, dua tersangka kita tahan. Supardi, mantan kepala sekolah, dan Abdul Basit selaku bendahara sekolah. Kita lakukan penahanan sekitar pukul 16.10 WIB dengan lancar aman dan terkendali," ujar Rio.

Ia menambahkan, kedua tersangka telah dititipkan ke Lapas Kelas II A Metro.

( Tribunlampung.co.id / Indra Simanjuntak )

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: Daniel Tri Hardanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved