Kasus Suap Lampung Tengah

Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Dituntut 5 Tahun Penjara, Begini Kata Kuasa Hukumnya

M Yunus, kuasa hukum terdakwa Mustafa, akan melakukan pembelaan pada agenda sidang selanjutnya.

Tribunlampung / Joviter
M Yunus, kuasa hukum Mustafa, seusai sidang di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (10/6/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - M Yunus, kuasa hukum terdakwa Mustafa, akan melakukan pembelaan pada agenda sidang selanjutnya.

Menurutnya, ada beberapa catatan khusus yang dijadikan bahan pembelaan pada persidangan nanti.

"Jadi catatan khusus kami tim penasihat hukum untuk pembelaan terkait uang pengganti," kata Yunus, Kamis (10/6/2021).

Yunus menambahkan, pada sidang selanjutnya tim penasihat hukum tidak begitu mengeksplor tuntutan pidana pokok.

Baca juga: Eks Bupati Lampung Tengah Mustafa Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 24,6 Miliar

"Terkait JC yang ditolak, kami akan merasionalisasi alasan karena terdakwa merupakan pelaku utama. Tapi kami akan analisis kembali terkait dalil JPU itu bisa kita terima atau tidak," beber Yunus.

Sementara ketua majelis hakim PN Tanjungkarang Efiyanto menyatakan, sidang akan dilanjutkan dua pekan lagi.

"Baik, sidang akan dilanjutkan 24 Juni 2021 dengan agenda pembelaan dari penasihat hukum dan terdakwa," kata Efiyanto.

Mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa dituntut hukuman lima tahun penjara.

Mustafa dinyatakan terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Dinas PUPR Lampung Tengah.

Baca juga: Justice Collaborator Ditolak Jaksa KPK, Hak Politik Mustafa juga Dicabut

Sidang perkara dugaan korupsi di Dinas PUPR Lampung Tengah dengan terdakwa Mustafa kembali bergulir di PN Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung, Kamis (10/6/2021).

Terdakwa yang dihadirkan secara daring mendengarkan tuntutan yang dibacakan oleh JPU KPK.

Taufiq Ibnugroho menuturkan, Mustafa dinilai terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

"Terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Maka dengan ini meminta majelis hakim Pengadilan Tanjungkarang menghukum terdakwa Mustafa lima tahun penjara dikurangi masa tahanan," ujar Taufiq Ibnugroho.

JPU KPK juga menuntut terdakwa Mustafa dengan hukuman denda Rp 400 juta subsider empat bulan kurungan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved