Breaking News:

Tulangbawang

Nyambi Jualan Sabu, Petani di Tulangbawang Dibekuk Polisi 

Diduga edarkan sabu setelah bertani, seorang pria diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulangbawang, dari tangan tersangka diamanka

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Hanif Mustafa
dokumentasi Satres Narkoba Polres Tulangbawang
Ryan Prasetyo (30), warga Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang. Petani yang berkerja nyambi sebagai pengedar narkoba jenis sabu diamankan oleh Satres Narkoba Polres Tulangbawang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Seorang petani di Tulangbawang ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulangbawang karena kedapatan kerja sambilan sebagai pengedar narkoba jenis sabu.

Tersangka adalah Ryan Prasetyo (30), warga Kampung Penawar Rejo, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulangbawang.

Tersangka dibekuk polisi tanpa perlawanan saat sedang berada di rumhanya di Kampung Penawar Rejo pada Senin (14/6/2021) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

"Tersangka kami tangkap karena nyambi menjadi pengedar sabu. Dia ditangkap saat sedang berada di rumahnya di Kampung Penawar Rejo," ujar Kasatres Narkoba Polres Tulangbawang AKP Anton Saputra, Jumat (18/6/2021).

Kata Anton Saputra, dari tangan petani tersebut petugas berhasil menyita barang bukti berupa dua bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,69 gram.

Baca juga: Kunjungi Tambak Udang Dipasena Tuba, Menteri KP: Penyelesaian Harus Ditangani Komprehensif

Lalu, satu bungkus plastik klip kosong ukuran besar, satu bungkus plastik klip kosong ukuran kecil, dan kotak rokok merk Luffman.

"Penangkapan ini menindaklanjuti informasi yang didapat bahwa sebuah rumah yang ada di Kampung Penawar Rejo sering dijadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu," papar Anton Saputra.

Lanjutnya, setelah rumah tersebut dipastikan sedang ada penghuninya, petugas langsung melakukan penggerbekan dan berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti berupa narkotika jenis sabu.

Anton Saputra menuturkan petani tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mapolres Tulangbawang dan akan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Tersangka diancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 Miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar," tutup Anton Saputra. ( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved