Breaking News:

Tanggamus

Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Perlengkapan Sekolah di Pasar Gisting Malah Merosot

Jelang tahun ajaran baru, pedagang perlengkapan sekolah di Pasar Gisting malah sepi penjualan, bahkan kondisi saat ini lebih parah dibanding tahun lal

Penulis: Tri Yulianto | Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto
Penjualan perlengkapan sekolah tahun ini makin sepi karena sekolah belum pasti dan peralatan dari tahun lalu masih utuh. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Menjelang tahun ajaran baru pedagang perlengkapan sekolah di Pasar Gisting mengaku tahun sepi penjualan, bahkan kondisi saat ini lebih parah dibanding tahun lalu. 

Menurut Eko, pedagang tas dan sepatu di Pasar Gisting, penjualan barang miliknya sampai saat ini belum pasti. Sebab orang tua calon siswa masih menunggu kepastian bisa tetap muka di sekolah.

"Saya tanya ke para orang tua, katanya mereka masih tunggu, tahun ini sekolah dibuka atau belum, jadi mereka tidak belanja untuk keperluan sekolah anaknya," terang Eko, Minggu (20/6/2021).

Ia mengaku, kondisi tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu masih ada yang membeli tas atau sepatu.

Sebab untuk waktu tertentu siswa ada yang datang ke sekolah seperti mengambil tugas. 

Baca juga: Dinas Pendidikan Tanggamus Buka Pendaftaran PPDB SD dan SMP Mulai Tanggal 21 Juni

"Tahun kemarin masih ada yang beli tas, sepatu, sebab masih ada yang datang ke sekolah waktu ambil tugas atau lainnya. Sedangkan sekarang tidak ada yang beli, sebab tas sama sepatu mereka masih bagus," kata Eko. 

Ia mengaku, penurunan omset sangat drastis lagi bisa dibandingkan tahun-tahun sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Jika dulu dicontohkan saat masa tahun ajaran baru bisa dapat Rp 10 juta dan kini mungkin hanya Rp 1 juta.

Hal yang sama juga diakui Rifki yang berdagang alat tulis dan aksesoris seragam sekolah. Penjualan tahun ini pun makin sepi dibandingkan tahun lalu bahkan sebelum pandemi Covid-19.

"Tahun ini makin sepi, kalau tahun kemarin masih masih ada, tapi tahun ini sepi sekali," ujar Rifki. 

Ia mengaku, alat tulis milik anak sekolah masih utuh, sebab peniadaan belajar di sekolah. Hal itulah yang membuat penjualan alat tulis dalam tahun ini makin turun. 

Baca juga: Gubernur Arinal Segera Wujudkan Akses Konektivitas 15 KM Lambar Tanggamus

"Tahun kemarin masih ramai tapi sekarang sudah tidak ada, karena masih pakai alat yang dulu, buku tulisnya masih bagus-bagus," ujar Rifki.

Kondisi saat ini pun turun drastis dibanding sebelum ada pandemi Covid-19, sebab saat itu dalam sehari bisa laku seratus buku tulis sehari. Kini penjualan setara itu tidak didapat. 

"Semua masih stok barang yang lama, sebab tahun kemarin barangnya tidak habis. Seperti topi seragam saja belum habis masih barang tahun lalu," ujar Rifki. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved