Bandar Lampung
Lampung Alami Inflasi 0,18 Persen di Bulan Juni, Lebih Tinggi dari Inflasi Mei 0,15 Persen
Provinsi Lampung mengalami peningkatan inflasi bulanan pada bulan Juni 2021. data BPS inflasi Lampung pada bulan Juni sebesar 0,18 persen.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Dedi Sutomo
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Provinsi Lampung mengalami peningkatan inflasi bulanan pada bulan Juni 2021.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Lampung pada bulan Juni sebesar 0,18 persen. Lebih tinggi dari inflasi bulan Mei lalu yang sebesar 0,15 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Faizal Anwar menjelaskan, angka inflasi Lampung ini lebih tinggi dibandingkan angka nasional di bulan yang sama dimana justru mengalami deflasi sebesar 0,16 persen.
Menurutnya, inflasi yang terjadi di Lampung dipicu oleh kenaikan barang dan jasa pada sektor pengeluaran.
"Sedangkan inflasi tahun kalender, artinya dari Januari-Juni 2021, Provinsi Lampung mengalami inflasi 0,87 persen. Sedangkan angka nasional 0,74 persen," jelas Faizal dalam siaran pers awal bulan, Kamis (1/7/2021).
Mengenai angka inflasi tahun ke tahun (YoY) sebesar 2,34 persen. Angka ini lebih besar dibandingkan YoY nasional sebesar 1,33 persen.
Baca juga: Lapas Kelas IIA Kalianda Lakukan Vaksinasi Covid-19 kepada 380 Warga Binaan
Ada sepuluh komoditi yang memberikan andil kenaikan inflasi selama bulan Juni 2021. Tertinggi adalah mobil sebesar 0,08 persen.
Lalu nasi dengan lauk 0,07 persen, rokok kretek filter 0,05 persen, daging ayam ras 0,04 persen dan obat dengan resep 0,03 persen.
Lalu kontrak rumah 0,03 persen, cat tembok 0,03 persen. beras 0,02 persen, minyak goreng 0,02 persen, dan telur ayam ras 0,02 persen.
Kemudian pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil sebesar 0,08 persen, diikuti kelompok transportasi dan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing sebesar 0,06 persen.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya serta kelompok kesehatan memberikan andil masing-masing sebesar 0,03 persen.
Selanjutnya kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rumah tangga dan kelompok pakaian dan alas kaki masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sebaliknya, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil deflasi sebesar 0,10 persen.
Untuk kelompok pendidikan; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya tidak memberikan andil dalam pembentukan inflasi maupun deflasi.
Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Juni 2021, Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dan Kota Metro sebesar 0,07 persen.