Breaking News:

Lampung Selatan

Pelaku Usaha di Lampung Selatan Boleh Tak Pakai Tapping Box, Ini Syaratnya

Kepala BPPRD Lampung Selatan Burhanuddin mengatakan, pengusaha yang tidak mau menggunakan tapping box mesti memenuhi syarat.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Dominius Desmantri Barus
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan Burhanuddin mengatakan, pengusaha yang tidak mau menggunakan tapping box mesti memenuhi syarat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Pelaku usaha di Lampung Selatan diperbolehkan tidak memakai tapping box.

Tetapi ada syaratnya.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Selatan Burhanuddin mengatakan, pengusaha yang tidak mau menggunakan tapping box mesti memenuhi syarat.

"Kalau tidak mau pakai alat itu, boleh. Tapi mereka harus mengikuti peraturan dan ketetapan di sini. Ada hitungannya. Misalkan seminggu itu sekian. Sebulan ada empat minggu kan. Tinggal dikalikan saja empat minggu," kata Burhannudin, Kamis (8/7/2021).

Baca juga: Regulasi Lemah, Pemasangan Tapping Box di Tulangbawang Belum Maksimal 

"Itu semua bukan untuk saya. Melainkan pajak-pajak tersebut akan diberikan kepada pemerintah," sambungnya.

Burhanuddin mengatakan, pengawasan sudah dilakukan di Wida Natar selama tiga hari terakhir.

"Mulai Senin besok kami akan bagi orang untuk mengawasi rumah makan-rumah makan yang ada di sini. Karena jumlah orang-orang kami juga terbatas," imbuh Burhanuddin.

"Sebenernya lumayan capek juga mengawasi kayak gitu. Karena mengawasinya dari pagi sampai malam. Begitu terus selama seminggu lagi," ujar dia.

Burhanuddin mengatakan, pihaknya Senin pekan depan akan memasang tapping box di Bakso Sony Natar.

Baca juga: Uji Coba Tapping Box di Dua Kecamatan oleh Pemkab Tulangbawang Belum Maksimal

“Sore nanti pemasangan tapping box di Bakso Sony Jati Agung. Mereka baru minta dipasangkan sekarang,” tuturnya.

"Kalau ditanya apakah program tersebut berjalan maksimal, kita bisa menjawab ya maksimal. Tetapi tidak bisa kita bilang maksimal 100 persen juga. Karena program petugas kita akan mengecek ke rumah makan-rumah makan tersebut baru akan kita mulai sekarang," kata Burhannudin.

"Karena kita tidak bisa percaya sepenuhnya dengan alat tapping box tersebut. Karena kita juga butuh pantauan di lokasi. Nanti kita bisa melihat bagaimana hasilnya," sambungnya.

"Kebijakannya sama, seperti biasa saja. Yang pertama, kita berikan teguran. Kalau masih melakukan, kita berikan surat teguran tertulis. Kalau masih melakukan hal yang sama, itu terserah kewenangan pemkab akan dilakukan penindakan seperti apa," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved