Breaking News:

PPKM Darurat

Selama PPKM Darurat, Penumpang dari Merak ke Bakauheni Lampung Menurun

Dari data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), rata-rata harian total penumpang yang melintas dari Merak ke Bakauheni selama PPKM Darurat sebanyak 20.44

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung / Dominius Desmantri Barus
Ilustrasi. Suasana Pelabuhan Bakauheni pasca PPKM Darurat, Kamis (1/7/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Jumlah penumpang yang melintas dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakauheni pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menurun.

Dari data PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), rata-rata harian total penumpang yang melintas dari Merak ke Bakauheni selama PPKM Darurat sebanyak 20.444 orang.

Angka tersebut turun 36,9 persen bila dibandingkan sebelum PPKM Darurat yakni sebanyak 27.989 orang.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, rata-rata harian total kendaraan yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 5.460.

Baca juga: Bandar Lampung Siap Terapkan PPKM Darurat

Angka itu turun 29,6 persen bila dibandingkan pra-PPKM Darurat sebanyak 6.930 unit.

"Sementara data rata-rata harian total penumpang yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 5.535 orang atau turun 50,6 persen bila dibandingkan saat pra-PPKM Darurat sebanyak 10.923 orang," kata Selvy dalam rilisnya, Sabtu (10/7/2021).

Selvy mengatakan, data rata-rata harian total kendaraan yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.277 unit atau turun 37,2 persen bila dibandingkan saat pra-PPKM Darurat sebanyak 3.628 unit.

"Terkait layanan sektor logistik selama PPKM Darurat, ASDP siap melayani kargo atau barang semaksimal mungkin mengingat sejak awal pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, layanan sektor logistik atau angkutan barang tetap berjalan untuk menjaga pasokan di daerah tetap stabil," ungkapnya.

"Adapun tren angkutan logistik selama pra-PPKM dan pasca-PPKM Darurat relatif stabil dan cenderung peningkatan, khususnya di Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk," sambungnya.

Baca juga: Kronologi Paspampres Ribut dengan Polisi Petugas Penyekatan PPKM Darurat

Selvy mengatakan, rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Merak ke Bakauheni pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.606 unit atau turun 5,7 persen bila dibandingkan saat pra-PPKM Darurat periode sebanyak 2.766 unit.

"Sebaliknya data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Bakauheni ke Merak pada masa PPKM Darurat sebanyak 2.828 unit atau naik 4,1 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra-PPKM Darurat periode sebanyak 2.716 unit," sebutnya.

Data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Ketapang ke Gilimanuk pada masa PPKM Darurat sebanyak 1.231 unit atau turun 6 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra-PPKM Darurat periode sebanyak 1.302 unit.

Dari data trafik rata-rata harian angkutan truk yang melintas dari Gilimanuk ke Ketapang pada masa PPKM Darurat sebanyak 1.278 unit atau turun 1,5 persen bila dibandingkan rerata per hari saat pra-PPKM Darurat periode sebanyak 1.298 unit.

"Kami memastikan kapasitas kapal yang melayani kebutuhan penyeberangan di Jawa-Bali selama PPKM Darurat tetap memadai, karena tidak ada pengurangan kapasitas kapal maupun trip," tutupnya.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved