Breaking News:

Kasus Corona di Tulangbawang

Tulangbawang Lampung Darurat Covid-19, Bupati Winarti Anggarkan Rp 8 Miliar untuk Insentif Nakes

Bupati meminta dalam situasi darurat Covid-19 untuk memprioritaskan penambahan sarana dan prasarana kesehatan untuk pasien Covid-19 di RSUD Menggala.

Penulis: Endra Zulkarnain | Editor: Daniel Tri Hardanto
istimewa
Bupati Tulangbawang Winarti berdiskusi dengan Asisten I Ahmad Suharyo dan Kepala BPKAD Rustam Effendi untuk memastikan ketersediaan dana tanggap darurat penanganan Covid-19. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Bupati Tulangbawang Winarti menyiapkan anggaran tanggap darurat guna penanganan Covid-19.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulangbawang Rustam Effendi mengaku telah dipanggil oleh Winarti.

Tujuannya untuk menyiasati anggaran tanggap darurat penanganan Covid-19 di wilayah Tulangbawang.

Hal ini menyusul makin meningkatnya kasus Covid-19 di Tulangbawang dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Pemkot Metro Apresiasi Peran Masyarakat Tangani Pandemi Covid-19

Selain itu, juga melihat banyaknya tenaga kesehatan di RSUD Menggala yang terpapar Covid-19.

Rustam mengatakan, bupati meminta dalam situasi darurat Covid-19 untuk memprioritaskan penambahan sarana dan prasarana kesehatan untuk pasien Covid-19 di RSUD Menggala.

Selain itu, insentif untuk para nakes yang menangani pasien Covid-19 juga diutamakan.

"Bupati sudah memanggil saya untuk memastikan anggaran di RSUD Menggala dalam situasi darurat seperti sekarang ini. Ada beberapa poin yang ditegaskan bupati yang menjadi skala prioritas," kata Rustam, Sabtu (17/7/2021).

Berkenaan dengan insentif nakes, Pemkab Tulangbawang telah menganggarkan dana Rp 8 miliar dalam APBD Perubahan 2021.

Baca juga: Penyanyi Rossa Pakai Tabungan untuk Gaji Karyawan, Kehilangan Pendapatan Akibat Covid-19

"Saat ini kita masih menunggu turun hasil evaluasi APBDP oleh Pemprov. Setelah dievaluasi tinggal rekom, baru diperdakan," beber Rustam.

"Instruksi bupati, begitu jadi Perda (APBDP), hari itu juga harus proses pencairan dana penanganan Covid. Ini karena kondisi darurat," paparnya.

Disamping itu, juga dipastikan ketersediaan anggaran untuk penanganan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Ketersediaan anggaran ini juga diprioritaskan untuk penambahan ruangan isolasi dan stok oksigen.

"Bupati  menekankan untuk melakukan tindakan cepat, tapi tidak menyalahi aturan. Sebab Allah memberikan kewenangan kepada beliau sebagai bupati. Beliau sudah ikhlas menggadaikan dirinya untuk masyarakat Tulangbawang," kata Rustam.

( Tribunlampung.co.id / Endra Zulkarnain )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved