Breaking News:

Bandar Lampung

Call Center Sulit Dihubungi, Ombudsman Lampung Soroti Kinerja Satgas Covid

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung menyoroti call center satgas Covid

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: soni
Dokumentasi
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung Nur Rakhman Yusuf. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung menyoroti call center satgas Covid-19 di Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung Nur Rakhman Yusuf menyampaikan atensinya kepada satgas covid khususnya di seluruh kabupaten/kota serta di Provinsi Lampung. 

Pasalnya Ombudsman menerima konsultasi yang cukup banyak sejak 1 Juli 2021 sampai saat ini terkait tidak adanya call center Satgas Covid di daerah dan/atau tidak dapat dihubungi. 

“Terdapat banyak konsultasi yang kami terima. Ada yang terkait tidak adanya call center satgas covid di beberapa kabupaten, hingga untuk daerah yang memiliki call center sulit dihubungi," ungkap Nur Rakhman, Rabu (28/7/2021).

"Terkait daerah yang memiliki call center, bahkan ada yang kondisi nomor sudah tidak aktif atau kurang merespon ketika ada pasien yang terpapar ingin melapor dan meminta tindakan lebih lanjut," imbuh Nur Rakhman.

Baca juga: Ombudsman Lampung Buka Posko Pengaduan Terkait PPDB 2021

Pihaknya mengimbau tiap daerah menyediakan call center satgas Covid-19 yang dapat diakses masyarakat baik terkait laporan ketika terpapar covid dan memperoleh edukasi dalam isolasi mandiri maupun terkait laporan keramaian.

“Untuk daerah yang tidak kami temukan call centernya, masyarakat yang berkonsultasi kami arahkan ke puskesmas terdekat atau melalui call center satgas covid provinsi," kata dia.

Ombudsman menyarankan agar Satgas Covid dapat membuatkan focal point yang lebih terinci seperti misalnya membuat call center per kelurahan/desa, sehingga Admin call center tidak akan kewalahan ketika mendapatkan banyak laporan masyarakat yang terpapar. 

Pihaknya juga mengaku memperolah konsultasi keluhan masyarakat yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19, namun kecewa dengan pelayanan puskesmas.

“Iya jadi masyarakat ini ke puskesmas mengaku ditolak oleh pihak Puskesmas untuk melakukan swab dengan alasan birokrasinya lama untuk melapor ke pihak dinas kesehatan sampai ke surveilans dapat mengunjungi sehingga disarankan swab mandiri," jelasnya lebih lanjut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved