Bandar Lampung
PPKM, Taman Satwa di Bandar Lampung Kelimpungan Rawat Satwa Tanpa Pemasukan
Kekosongan pengunjung sejak beberapa waktu lalu tuntunya berdampak pada pemasukan objek wisata yang dimaksud. Padahal, setiap satwa tentunya memerluka
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Taman satwa di Bandar Lampung kelimpungan merawat fauna selama PPKM.
Hal itu tak lain karena tidak diizinkannya sarana rekreasi ini untuk menerima pengunjung guna menghindari kerumunan.
Dalam pantauan wartawan, Senin (2/8/2021) objek wiata yang yang memiliki taman satwa nampak sunyi. Tidak ada satupun aktivitas pengunjung nampak di sana.
Padahal, dalam kondisi normal, meski bukan akhir pekan, bukan tidak jarang wisata-wisata taman satwa dikunjungi oleh masyarakat.
Kekosongan pengunjung sejak beberapa waktu lalu tuntunya berdampak pada pemasukan objek wisata yang dimaksud. Padahal, setiap satwa tentunya memerlukan biaya tetap guna mencukupi konsumsi dan perawatan.
Baca juga: Terjun Bebas, Okupansi Tamu Hotel Bintang di Bandar Lampung Cuma 20% Selama PPKM
Di Taman Boemi Kedaton misalnya, dari luar hanya terlihat segelintir orang yang berjaga. Sementara di dalamnya, setiap satwa masih dirawat secara normal.
Dwi Ernawati selaku pengelola Wisata Bumi Kedaton mengatakan pemberian pakan satwa dewasa ini menggunakan pemasukan di waktu lampau sebelum PPKM.
"Untuk satwa karnivora dan pemakan biji-bijian, pakannya kita beli. Pemberian pakan tetap normal selama PPKM. Sementara untuk primata, pemakann buah, kita pakai buah dari kebun kita sendiri untuk hemat," kata dia.
Kemudian Taman Satwa Lembah Hijau, Owner Lambah Hijau Irwan Nasution mengatakan hal yang serupa.
"Pegawai yang mengelola satwa tetap bekerja meski tempat wisata ini ditutup," kata dia, Sabtu (31/1/2021).
Mengakalinya, setiap satwa diberikan pakan yang dikelola manajemen yang sama.
"Ternak sendiri kita untuk memberi makan hewan karnivora atau pemakan daging. Ini digunakan untuk menghemat anggaran," jelasnya
Selain itu, ia mengatakan tak jarang ada komunitas satwa ataupun pihak lain yang menyalurkan bantuan.
"Bantuannya tidak hanya itu (kesatwaan), biasanya juga mengenai protokol kesehatan," ucapnya.
Kondisi Lembah Hijau sendiri saat ini dikatakannya masih sama seperti sebelum pandemi, hanya kosongnya pendatang yang membedakan.
"Karena ini, semoga bisa dijadikan alasan ketika nanti pariwisata disilahkan buka, untuk masyarakat bisa menikmati nuasana taman satwa laupun sarana rekreasi lainnya," kata dia .( Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/petugas-taman-boemi-kedaton-memberi-makan-buaya.jpg)