Breaking News:

Bandar Lampung

BPS: Cabai dan Popok Bayi Sumbang Inflasi Terbesar Juli selama PPKM di Bandar Lampung

Badan Pusat Statistik (BPS) Bandar Lampung melaporkan inflasi Juli sebesar 0,14 persen. Hal itu ditunjukan dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK)

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: soni
Tribun Lampung/ Vincensius Soma Ferrer
BPS: Cabai dan Popok Bayi Sumbang Inflasi Terbesar Juli selama PPKM di Bandar Lampung 

 TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Bandar Lampung melaporkan inflasi Juli sebesar 0,14 persen. Hal itu ditunjukan dengan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang sebesar 107,41 pada bulan Juli 2021.

"Jika dibandingkan dengan sebulan sebelumnya, IHK mengalami kenaikan, dimana pada bulan Juni 2021 ialah 107,26," kata Kepala BPS Bandar Lampung Akhmad Nasrudin dalam keterangan yang diterima Tribunlampung.co.id, Selasa (3/8/2021).

Bandar Lampung diketahui telah menjalani PPKM pertama kali pada 7-11 Juli dengan menerapkan PPKM mikro.

Kemudian 12-20 Juli 2021 yang levelnya naik menjadi PPKM darurat. PPKM di Bandar Lampung berlanjut pada 21-25 Juli dengan status PPKM level 4, lalu kembali mengalami perpanjangan, 26 Juli-2 Agustus kemarin. Dimana akhirnya kembali diperpanjang hingga 9 Agustus pekan depan.

Baca juga: Lampung Alami Inflasi 0,18 Persen di Bulan Juni, Lebih Tinggi dari Inflasi Mei 0,15 Persen

Ia menyebut, cabai-cabaian menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar pada Bulan Juli kemarin. Disusul setelahnya seperti popok bayi hingga ikan-ikanan dan sayur mayur.

Sementara, bila dikelompokkan secara umum, dari sebelas kelompok pengeluaran, tercatat empat kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok mengalami deflasi dan lima
kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks harga konsumen. 

"Tercatat kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan dan
pemeliharaan rutin rumah tangga, dan yang kedua kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan angka yang inflasi yang tinggi yaitu masing- masing sebesar 0,63 persen dan 0,62 persen,"

"Sementara, dua kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transportasi sebesar 0,83 persen dan kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen," rincinya.

(Tribunlampung.co.id / V Soma Ferrer)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved