Apa Itu
Apa Itu Kalimat Majemuk dan Jenisnya
Simak, berikut ini akan dijelaskan soal apa itu kalimat mejemuk dan jenis kalimat majemuk.
Penulis: Putri Salamah | Editor: Heribertus Sulis
Sehingga, yang membedakan kalimat majemuk bertingkat dengan kalimat jenis lain adalah keberadaan anak kalimat dan induk kalimat.
Induk kalimat memegang peranan sebagai kalimat dasar inti atau utama.
Sedangkan anak kalimat menjadi pengisi salah satu unsur.
Berdasarkan perannya, anak kalimat dibagi menjadi:
Anak kalimat keterangan waktu.
Anak kalimat ini dapat ditempatkan di posisi awal, akhir, di antara subyek dan predikat, bahkan di antara predikat dan obyek pada induk kalimat.
Konjungsi yang digunakan yaitu ketika, waktu, kala, saat, sesaat, tatkala, sesudah, setelah, dan sebelum.
Contoh: Ketika aku mengunjunginya di rumah sakit, dia sudah tiada.
Ongkos angkutan umum ke rumah masih 300 rupiah, waktu aku duduk di Sekolah Dasar.
Kala ibu dan ayah remaja, mereka sering bertamasya ke telaga.
Kamu jangan lupa mengangkat gorengan tempe, saat warna tempe sudah kuning kecokelatan.
Hakim mengetuk palu kencang sekali, semua hadirin dalam persidangan terdiam sesaat.
Sesudah mencuci baju, Roni kembali mengerjakan tugas matematikanya.
Setelah sekian lama aku menjadi penulis, akhirnya salah satu buku terbitanku menjadi best seller.
Kedua pengantin itu mengucapkan janji setia, sebelum pendeta mempersilahkan bertukar cincin.
Anak kalimat keterangan sebab.
Jenis ini mempunyai sifat seperti anak kalimat keterangan waktu, tetapi menyatakan pertalian sebab.
Ditandai dengan konjungsi karena, sebab, dan lantaran.
Berikut contoh kalimatnya: Karena berlebihan konsumsi gula, nenek terkena diabetes.
Dia mengurungkan niat membeli PS5, sebab uangnya hendak ia tabung.
Lantaran harga tanah dan bangunan di ibu kota mahal, kaum milenial memilih kontrak rumah.
Anak kalimat keterangan akibat.
Jenis anak kalimat ini menyatakan pertalian akibat. Posisi anak kalimat selalu di akhir, setelah induk kalimat.
Ditandai dengan konjungsi atau kata penghubung hingga, sehingga, maka, akibatnya, dan akhirnya.
Berikut contoh kalimatnya: Hujan mengguyur kota ini semalaman, hingga sawah terendam air.
Tengkulak membeli beras dengan harga murah, sehingga petani merugi.
Media arus utama hanya menjadi corong politisi, maka mutu jurnalisme semakin bobrok.
Pemerintah memberi izin untuk mengadakan kegiatan belajar tatap muka, akibatnya muncul klaster baru di sekolah.
Aku tidak lagi merawat taman belakang rumah, akhirnya tumbuhan di taman banyak yang layu.
Anak kalimat keterangan syarat.
Jenis anak kalimat yang menyatakan pertalian persyaratan. Ditandai dengan konjungsi jika, kalau, apabila, andaikata, dan andaikan.
Anak kalimat ini dapat diletakkan di bagian mana saja dalam kalimat.
Berikut contoh kalimatnya: Jika tidak ingin terlambat ke sekolah, aku harus bangun lebih awal.
Pandemi segera berakhir, kalau semua orang mematuhi protokol sejak awal.
Ayah tidak akan murka, apabila kamu jujur dari awal.
Andaikata aku lolos masuk perguruan tinggi negeri, aku traktir teman sekelas.
Ruang redaksi media di Indonesia akan lebih independen, andaikan perusahaan media tidak dipegang oleh politisi.
Anak kalimat keterangan tujuan.
Jenis anak kalimat yang menyatakan pertalian tujuan.
Ditandai dengan konjungsi supaya, agar, untuk, dan guna.
Berikut contoh kalimatnya: Dinda mengendarai sepedah dengan pelan, supaya telur ayam yang dibawanya tidak pecah.
Agar tidak dehidrasi, kamu sebaiknya banyak minum air putih.
Bos memasang baliho di jalan untuk meningkatkan target penjualan.
Olah raga dengan teratur di rumah, guna menjaga kebugaran tubuh.
Anak kalimat keterangan cara.
Jenis anak kalimat ini menyatakan pertalian cara.
Ditandai dengan konjungsi dengan dan dalam. Anak kalimat jenis ini dapat ditempatkan di bagian mana saja pada kalimat.
Contoh: Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, sejumlah pihak berpendapat bahwa hal itu menambah catatan buruk bagi pemerintahan Joko Widodo.
Gugus tugas mengirim pesan pendek ke seluruh warga Indonesia, dalam rangka mencegah disinformasi terkait Covid-19.
Anak kalimat pengganti pewatas. Jenis anak kalimat yang berfungsi menyertai nomina objek, subyek, maupun predikat.
Anak kalima ini ditandai dengan konjungsi yang atau kata petunjuk itu.
Berikut contohnya. Dia ketua OSIS baru, yang terpilih minggu lalu. Kami memilih berteduh di bangunan yang selalu dipenuhi lumut itu.
Anak kalimat pengganti nomina.
Jenis anak kalimat ini ditandai dengan konjungsi bahwa. Dapat menjadi subyek atau obyek dalam kalimat transitif.
Contohnya sebagai berikut. Adik berjanji bahwa dia tidak akan mencuri mangga tetangga lagi.
Kepala daerah memberi perintah, bahwa setiap rumah ibadah wajib menerapkan protokol keamanan yang ketat selama masih ada bahaya Covid-19.
Kalimat Majemuk Campuran
Kalimat jenis ini merupakan gabungan penggunaan kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.
Contohnya sebagai berikut: Karena tidak pernah menyimak pelajaran di sekolah, Bobi mendapat nilai jelek dan harus tidak naik kelas. Setelah lulus dari pendidikan jenjang SMP, Rina harus memilih sekolah negeri atau swasta.
Itulah, penjelasan mengenai apa itu kalimat majemuk. ( Tribunlampung.co.id / Putri Salamah )