Tanggamus

Banjir di Tanggamus Lampung Akibat Tanggul Jebol, Puluhan Makam Porak-poranda

Puluhan makam di Tanggmus porak-poranda akibat banjir yang disebabkan tanggul jebol. Pekon Sukaraja yang paling parah terkena banjir.

Editor: Hanif Mustafa
Tribunlampung.co.id / tri
Pemakaman umum di Pekon Sukaraja, Kecamatan Semaka, Tanggamus yang rusak diterjang banjir, Selasa (31/8/2021). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TANGGAMUS - Terjadi banjir di Pekon Sukaraja dan beberapa lainnya di Kecamatan Semaka, Tanggamus Lampung.

Banjir tersebut akibat jebolnya tanggul Sungai Way Sedayu.

Tanggul sendiri berdekatan dengan pemakaman umum warga.

Alhasil puluhan makam porak-pranda tersapu air banjir.

Menurut Ardi, warga Pekon Sukaraja, pekonnya yang paling parah terkena banjir.

Sedangkan Pekon Kacapura, Bangun Rejo, Pardawaras, dan Sedayu dampaknya lebih ringan.

Banjir sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung menggenangi permukiman dan Pasar Sukaraja.

Bahkan, tidak sedikit makam yang rusak akibat diterjang banjir.

Baca juga: Ada 8 Kasus Baru Covid-19 di Tanggamus, Total 2.426 Kasus

Penyebab banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Way Sedayu di Pekon Sukaraja.

Lokasi tanggul yang jebol memang ada di Pekon Sukaraja.

Tanggul tersebut tepat pada tikungan sungai dan sekitarnya ada areal pemakaman.

“Tanggul yang jebol sekitar 200 meter,” ujar Ardi, Selasa (31/8/2021).

Ada beberapa makam yang rusak dengan posisi nisan makam miring ke arah bawah.

Sebab permukaan makam sebagian tergerus air karena jebolnya tanggul yang membatasi makam dengan sungai.

Dampak jebolnya tanggul di sekitar makam ini air sungai tidak mengalir ke alur sungai, melainkan mengalir ke segala arah.

Seterusnya air mengalir ke beberapa pekon sekitarnya.

Baca juga: Kejar Kebakaran, Mobil Damkar Tanggamus Lampung Terbalik Saat Manuver di Tikungan

Kebetulan volume air di sungai-sungai pada pekon lainnya juga tinggi.

"Hujannya cuma sebentar sekitar dua jam tapi deras sekali. Terus langsung banjir, air masuk ke rumah-rumah. Ya sudah tidak bisa apa-apa," tambah Ardi.

Ia mengaku, banjir baru surut mulai tengah hari karena vokume air pada aliran sungai lainnya pun tinggi, sehingga air tidak cepat mengalir ke sungai-sungai.

"Kalau misalnya tanggul sungai tidak jebol mungkin tidak banjir. Tapi bagaimana lagi air sungainya juga besar," terang Ardi.

Ia mengaku, kini sebagian besar tanggul Sungai Way Sedayu di Pekon Sukaraja sudah nyaris jebol.

Sebab hampir seluruhnya terkikis air.

Untuk itu harapannya segera seluruh tanggul ditebalkan.

"Kalau bisa secepatnya, tanggul ditebalkan terus diberonjong. Sebelum hujan besar lagi," terang Ardi.

Menurut Suhar, warga lainnya, sekarang ini memang ada eksavator sedang bekerja menebalkan tanggul sungai.

Namun belum seluruhnya tanggul selesai ditebalkan air sungai sudah besar.

"Sebenarnya ekskavator masih kerja, tapi belum selesai semuanya sudah banjir. Sekarang semua tanggul sudah rusak lagi," kata Suhar.

Ia mengaku, tingginya air sungai karena hujan di bagian Sedayu atas sudah berlangsung sejak Senin (30/8/2021) sore.

Lokasi tersebut merupakan perbukitan sehingga air mengalir ke bawah yakni pekon-pekon yang terdampak banjir.

Bencana di lokasi ini pernah terjadi pada September tahun lalu, dan kini terulang kembali.

Menurut Darsun, Kabid Kedaruratan BPBD Tanggamus, bencana itu akibat selama ini tidak hujan dan langsung tiba hujan besar.

Sebab jika hujan kecil namun rutin tidak sampai menjebolkan tanggul.

"Untuk menangani tanggul, kami fokus dulu pada tanggul di pemakaman. Sebab jika tidak ditutup maka air mengalir ke pemukiman. Ada dua tanggul yang secepatnya ditutup, pertama di makam, dan di bawahnya," ujar Darsun.

Untuk penanganan tanggul kini sudah ada tiga eksavator, satu milik BPBD, Dinas PUPR dan P2JN yang sedang menangani dampak banjir pada jalan lintas barat ruas Pekon Way Kerap.

"Nanti semua eksavator dikerahkan untuk menangani tanggul sungai. Kalau ketinggian sebenarnya sudah cukup tapi perlu ditebalkan lagi dan normalisasi sungai," jelas Darsun.

Ia mengaku, tanggul pada pemakaman akan diberonjong. Sebab titik tersebut rawan jebol karena tikungan sungai.

Lantas penanganan lainnya adalah mengusulkan bantuan rumah karena ada satu rumah rusak berat.

"Ada satu rumah warga yang rusak berat dan langsung dibongkar. Nanti diusulkan untuk bantuan rumah. Sementara ini warga tersebut tinggal di rumah anaknya," terang Darsun.

Sedangkan korban jiwa atas musibah ini tidak ada, begitu juga fasilitas umum, hanya tanggul sungai yang jebol.

Kemudian atas bencana ini tidak ditetapkan status tanggap darurat bencana. Namun akan secepatnya ditangani.

Sementara itu jalan lintas barat ruas Pekon Sedayu sampai Way Kerap saat ini sudah bisa dilewati kendaraan.

Sebab saat banjir, banyak material tanah memenuhi jalanan. Hal itu akibat beberapa gorong-gorong tersumbat.

Berdasarkan data yang dihimpun Polsek Semaka Polres Tanggamus, material longsor menutup dua titik di jalan Pekon Way Kerap area sekitar Polsek Semaka dan tiga titik ke arah simpang Sedayu dengan material lebih sedikit.

Menurut Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Jonnifer Yolandra, material banjir berupa tanah, pasir bercampur batuan. 

"Saat ini sedang dilaksanakan proses pengaturan arus lalu lintas oleh jajaran Sat Lantas Polres Tanggamus. Kendaraan sudah bisa melintas," kata Jonnifer.

Ia mengimbau sementara ini pengguna jalan untuk berhati-hati sebab jalan masih licin karena material banjir.

"Pengguna jalan berhati-hati, karena jalan masih licin digenangi air dan material longsor," kata Jonnifer. ( Tribunlampung.co.id / Tri Yulianto )

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved