Breaking News:

Lampung Utara

Niat Meminta Maaf, Pria Paruh Baya di Lampung Utara Diperas Rp 5 Juta

Seorang pria paruh baya di Lampung Utara menjadi korban aksi pemerasan oleh tiga pelaku,yakni PRN (34), SUP (36), M.RQ (21), Jumat, (3/9/2021) lalu.

Penulis: anung bayuardi | Editor: Kiki Novilia

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG UTARA - Seorang pria paruh baya di Lampung Utara menjadi korban aksi pemerasan oleh tiga pelaku, yakni PRN (34), SUP (36), M.RQ (21) yang merupakan warga Isorejo, Bunga Mayang, Lampung Utara, pada Jumat 3 Agustus 2021 lalu.

Ketiganya mendatangi korban PND (56) di RK 3 RT 5 Desa Isorejo untuk mencari tahu tentang maksud ucapan korban yang menuduh ketiganya sebagai pencuri.

PND kemudian menyampaikan permohonan maaf bila memang ada yang salah dari ucapan tersebut.

Namun oleh ketiganya menyampaikan bahwa hal ini sudah mencemarkan nama baik mereka dan mengancam akan melaporkannya ke Polisi, bila ingin selesai, PRN bersama rekanya meminta uang Rp 5.000.000,- 

“Karena takut, korban PND menyanggupi memberikan uang sebesar Rp 1.800.000,- dan oleh pelaku (PRN) uang tersebut langsung diambilnya,” katanya, Minggu 5 September 2021.

Baca juga: Napi di Rutan Kelas IIB Kotabumi Lampung Utara Kedapatan Simpan Kawat Besi dan Sendok

Merasa telah mengeluarkan uang dan diancam, korban PND langsung membuat laporan Ke Polsek Bunga Mayang

Kapolsek Bunga Mayang Ipda Adeka Putra mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail membenarkan tentang adanya laporan dari korban PND, tertuang pada laporannya LP/ B/ 77/ IX/ 2021/ SPKT Sektor Bunga Mayang/ Res LU/ Polda LPG tanggal 2 September 2021.

Menurut Kapolsek berdasarkan Laporan korban pihaknya telah menindak lanjuti dan telah mengamankan ke tiga terduga pelaku tersebut dari rumah kediamannya masing- masing di desa Isorejo Kecamatan Bunga Mayang pada Jumat 03/9/2021 pukul 16.30 WIB.

Saat ini ketiga terduga pelaku tengah menjalani proses pemeriksaan di Mapolsek Bunga Mayang. 

Dari hasil pemeriksaan terhadap mereka (terduga pelaku), diketahui M.RQ merupakan residivis perkara curanmor tahun 2018, (PRN) masuk dalam daftar DPO perkara pencurian pupuk tahun 2016, dan keduanya juga pada bulan Juni 2020 pernah melakukan pencurian mesin air di Dusun I Desa Isorejo "ungkap Ipda Adeka.

Baca juga: RSUD Ryacudu Lampung Utara Dapat Bantuan 8 Unit Mesin Oksigen Canggih, Tak Perlu Isi Ulang

"Ketiganya dapat di jerat melanggar pasal 368 ayat (1) KUHP Tentang pemerasan," tegas Kapolsek. ( Tribunlampung.co.id / Lampung Utara )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved