Breaking News:

Lampung Selatan

DLH Lampung Selatan: Pelaku Pembuang Limbah Aspal di Pantai Bisa Didenda 3 Miliar

DLH Lampung Selatan Ervan Kurniawan mengatakan akan menindaktegas pelaku pembuang limbah aspal ke laut di Lampung Selatan.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Kiki Novilia
dokumentasi
Limbah yang tersebar di sepanjang pantai di Lampung Selatan. DLH Lampung Selatan: Pelaku Pembuang Limbah Aspal Bisa Didenda Paling Banyak 3 Miliar 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Plt Kepala Bidang Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Lampung Selatan Ervan Kurniawan mengatakan akan menindaktegas pelaku pembuang limbah aspal ke laut di Lampung Selatan.

"Jika dalam pengembangan kasus tersebut ternyata terbukti ada pelaku yang dengan sengaja membuang limbah aspal tersebut ke laut akan dikenakan UU No 32 Tahun 2009," kata Ervan, Minggu (12/9/2021).

Hal ini diatur tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pasal 1 ayat (2) tentang upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Adapun pelakunya bisa di penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun.

Serta dapat denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 3 miliar.

Baca juga: DLH Lampung Selatan Masih Tunggu Hasil Lab Limbah di Sepanjang Pantai Lamsel

Lalu pelaku juga akan dikenakan pasal PP 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengelolaan limbah B3 dilaksanakan berdasarkan Persetujuan Teknis (Pertek) dan dilengkapi dengan Surat Layak Operasional (SLO), dan pengelolaan limbah non B3 persyaratan dan standar pengelolaannya tercantum dalam persetujuan dokumen lingkungan.

"Bisa saja limbah itu berasal dari bagian di selat sunda sana. Namanya air ya, bisa mengalirnya kemana-mana. Bisa saja itu sudah melewati lintas batas tuh dan juga sudah lintas provinsi," kata Ervan.

Ervan menjelaskan kasus limbah tersebut sudah diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup provinsi.

"Yang kita bisa tangani kan hanya limbah yang sudah sampai daratan saja. Kita nggak bisa koordinasi dengan provinsi lain, kecuali kasus tersebut sudah diserahkan kepada Kementrian," kata  Ervan.

Baca juga: Camat Cek Limbah Aspal di Pantai Kalianda Lampung Selatan

"Maka dari itu kini kasus tersebut sudah ditangani pihak DLH rovinsi bekerjasama dengan Kementrian juga Ditjen Gakkum," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved