Berita Terkini Nasional
Gembong Perampok Emas Rp 6,5 Miliar Meninggal Dunia, Anak Buah Cuma Dikasih 4 Juta
Otak perampokan toko emas di Medan, Hendrik Tampubolon, meninggal dunia sebelum sempat menjual emas hasil rampasan senilai Rp 6,5 miliar.
Adapun tersangka Hendrik yang menjadi eksekutor ditembak mati oleh petugas kepolisian saat akan melakukan pra rekronstruksi.
Disimpan dalam tanah
Kawanan pelaku perampokan emas yang terjadi di Pasar Simpang Limun menggasak emas dengan berat mencapai 6,8 Kilogram.
Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Simanjuntak mengatakan jumlah keseluruhan tersebut jika dirupiahkan mencapai miliaran rupiah.
"Jumlah seluruhnya dari kedua toko emas ini totalnya adalah 6,8 kilogram, setara dengan Rp 6,5 milliar," ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (15/9/2021).
Ia mengatakan, barang hasil curian yang di rampok oleh para pelaku, tidak ada yang berkurang sedikitpun.
"Alhamdulillah itu lengkap. Tidak ada satu butir pun yang tercecer ataupun sempat terjual," ucapnya.
Panca menyebutkan, ketika diinterogasi ia belum mengakui keberadaan emas hasil perampokan tersebut.
Tak lama kemudian ia mengaku bahwa emas tersebut disimpan di atas plafon rumah orangtuanya.
Setelah dicari rupanya barang bukti tidak ditemukan.
Setelah itu polisi mencoba mencari dan emas tersebut ditemukan di belakang rumah orangtuanya yang disimpan di dalam tanah.
Dari temuan barang bukti tersebut Hendrik mengaku belum menjual perhiasan hasil perampokan tersebut.
Berdasarkan keterangan para pelaku dan barang bukti berupa rekaman CCTV usai merampok mereka melarikan diri ke lahan kosong yang berada di Jalan Balai Desa, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Disitu mereka membuka jaket, masker dan topi.
Sementara Hendrik pulang ke rumahnya di Daerah Lubuk Pakam dan selanjutnya kabur ke Kabupaten Dairi membawa semua hasil rampokan.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul CERITA Perampok Toko Emas di Medan, Dijanjikan Uang Rp 100 Juta Perorang setelah Emasnya Laku