Breaking News:

Lampung Selatan

Diskes Lampung Selatan Sediakan 6.266 Alat Rapid Tes Antigen untuk Pilkades Serentak

Diskes Lampung Selatan menyediakan 6.266 alat rapid tes antigen untuk panitia, pemilih, saksi dan juga calon kepala desa dalam pilkades.

Tribunlampung.co.id/Domi
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Diskes Lampung Selatan Basuki Didik Setiawan. Diskes Lampung Selatan Sediakan 6.266 Alat Rapid Tes Antigen untuk Pilkades 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan menyediakan 6.266 alat rapid tes antigen untuk panitia, pemilih, saksi dan juga calon kepala desa dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak (Pilkades) di Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan Basuki Didik Setiawan usai rapat membahas persiapan Pilkades Lampung Selatan di Aula Rajabasa, Kantor Dinas Bupati Lampung Selatan, Selasa (28/9/2021).

Didik mengatakan alat rapid tes kita sudah siap, jumlahnya sebanyak 6.266 buah.

"Secara teknis kita sudah siap. Tenaga medis juag sudah siap. Mereka sudah terbiasa sepertinya sudah terbiasa dengan kegiatan ini. Kalau alat rapid tes kita yang tersedia berjumlah 6.266 buah," kata Didik.

"Jumlah tersebut hanya untuk pelaksanaa Pilkades saja. Kalau secara umum juga kita masih ada. Karena beberapa waktu lalu kita juga menerima bantuan alat rapid tes dari pihak swasta, yang waktu itu diserahkan ke gubernur," jelasnya.

Didik menjelaskan mungkin dalam pelaksanaannya petugas akan dibagi-bagi setiap puskesmas, supaya dapat bekerja optimal.

"Iya itu dia, nanti kita perintahkan setiap petugas untuk membantu disetiap puskesmas-puskesmas. Seperti yang ada di Way Urang, jumlahnya kan ada 400 sekian kan, nanti kita atur perbantuannya," kata Didik.

"Memang belum kita tetapkan pembagiannya, tapi nanti beberapa ada yang kita perbantukan. Misal di Puskemas di Way Panji, kita bisa perbantuan ke Desa Sidomakmur yang hanya 69 orang. Kita juga memiliki public safety center (PSC) 119 yang siap membantu," ungkapnya.

Didik menjelaskan panitia, pemilih, saksi, dan juga calon kades harus datang ke puskesmas untuk dites.

"Untuk planing awal semua rapid tes diarahkan ke puskesmas. Kita ikuti dinamikanya. Tapi kalau memungkin kita lakukan di lokasi pemilihan, ya kita adakan," kata Didik.

"Nanti kita atur saat pelaksanaan tes rapid, panitia, peserta baik panitia pemilih, calon kades untuk tidak mengantri di puskesmas. Di puskesmasnya kita buat sesi begitu, menggunakan nomor antrian. Supaya tidak berkerumun. Menghindari penularan dan penyebaran Covid-19," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved