Breaking News:

Lampung Selatan

Disparbud Lamsel Gandeng Tim SAR Bakauheni Latih Penjaga Pantai

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan menggandeng Tim Search And Rescue (SAR) Bakauheni lakukan pelatihan penjaga pantai.

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
dokumentasi
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan menggandeng Tim Search And Rescue (SAR) Bakauheni lakukan pelatihan penjaga pantai. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan menggandeng Tim Search And Rescue (SAR) Bakauheni lakukan pelatihan penjaga pantai.

Kegiatan bertempatan di pantai minang rua, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.

Acara pelatihan penjaga pantai tersebut berlangsung selama dua hari yakni Rabu dan Kamis 29 & 30 September 2021.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih mengatakan kegiatan pelatihan penjaga pantai ini diikuti oleh pengelola tempat wisata tirta (wisata air) seperti wisata pantai, kolam renang, air terjun.

Baca juga: Pemkab Pesisir Barat Lampung Gelar Pelatihan Keterampilan Tenaga Kerja Tahun 2021

"Kegiatan yang kita lakukan hari ini yakni pelatihan penjaga pantai. Materi atau instrukstur dari Basarnas Bakauheni. Kegiatan dilaksanakan 2 hari," kata Rini, Rabu (29/9/2021).

"Tujuan dari kegiatan pelatihan penjaga pantai ini untuk memberikan materi dan praktek bagaimana melakukan pertolongan pertama korban tenggelam yang ada di tempat wisata tirta (wisata air)," ungkapnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Pos Search And Rescue (SAR) Bakauheni Lampung Selatan Denny Mezu mengatakan kegiatan pelatihan penjaga pantai ini dilakukan untuk memberikan praktek untuk pertolongan pertama bagi korban tenggelam

"Dalam kegiatan pelatihan penjaga pantai ini petugas yang diturunkan sebanyak 50 orang. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari hari ini dan besok," kata Denny.

"Peserta kegiatan berasal dari teman-teman pengelola wisata tirta (wisata yang berbasik air) seperti wisata pantai, kolam renang, air terjun," jelasnya.

Denny menuturkan secara garis besar materi penjaga pantai terbagi menjadi 2 materi.

"Materi pertama yaitu tentang Medical First Responder (MFR) Penolong yang pertama kali tiba ditempat kejadian, yang memiliki kemampuan penanganan kasus gawat darurat," ujarnya

"Materi Kedua yaitu Water Rescue, kegiatan pertolongan atau penyelamatan serta cara pemindahan korban dari perairan seperti kolam, sungai, dan laut," jelasnya.

Denny mengatakan harapannya setelah kegiatan ini teman-teman pengelola wisata tirta ini dapat melakukan tindakan pencegahan dan pertolongan pertama.

"Bila terjadi kecelakaan di air ataupun laut, teman-teman pengelola wisata tirta dapat melakukan tindakan pencegahan dan pertolongan pertama," kata Denny.

"Selain itu mereka juga dibekali dengan ilmu-ilmu yang berkaitan dengan pertolongan pada korban. Baik itu luka maupun tenggelam. Jadi kalau ada wisatawan yang tenggelam, mereka (pengelola pantai) sudah bisa melakukan tindakan pertolongan," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved