Breaking News:

Curanmor di Lampung Tengah

Pelaku Curanmor di Seputih Agung Lampung Tengah Ditangkap berkat Rekaman CCTV

Kapolsek Terbanggi Besar Made Silva Yudiawan mengatakan, korban melapor dengan membawa rekaman CCTV.

Penulis: syamsiralam | Editor: Daniel Tri Hardanto
Istimewa
Ilustrasi. Aksi curanmor di Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, terungkap berkat rekaman CCTV. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Rusman, warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, menjadi korban curanmor.

Peristiwanya terjadi pada Februari 2021 lalu.

Pelaku tertangkap berkat rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban.

Kapolsek Terbanggi Besar Made Silva Yudiawan mengatakan, korban melapor dengan membawa rekaman CCTV.

Baca juga: BREAKING NEWS 8 Bulan Buron, Pelaku Curanmor di Seputih Agung Lampung Tengah Diringkus Polisi

"Aksi pencurian dilakukan pelaku sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu rumah korban sedang ditinggal penghuninya ke rumah kerabatnya," terang AKP Made Silva Yudiawan, Jumat (8/10/2021).

Dari rekaman CCTV itu, terlihat jelas wajah pelaku.

"Ciri-ciri pelaku terlihat jelas di rekaman CCTV, sehingga kami jadikan bahan untuk melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku," bebernya.

Sempat buron selama delapan bulan, pelaku bernama Sofyan (35), warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah, ditangkap di rumahnya, Minggu (3/10/2021).

Kapolsek Terbanggi Besar AKP Made Silva Yudiawan menyampaikan, Sofyan beraksi pada Sabtu (27/2/2021) lalu.

Baca juga: Tersangka Curanmor di Bandar Lampung Seorang Residivis

"Pelaku melakukan pencurian sepeda motor di rumah korban warga Kampung Sulusuban, Kecamatan Seputih Agung, Februari lalu," kata Made Silva Yudiawan, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Oni Prasetya, Jumat (8/10/2021).

Made menjelaskan, pelaku mencuri motor Honda Vario nomor polisi BE 4512 IT milik Rusiman.

"Modus pelaku Sofyan melakukan pencurian dengan memanjat pagar rumah korban, lalu merusak pintu dengan besi," jelas Kapolsek.

Sofyan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved