Breaking News:

Lampung Tengah

Berbuat Asusila, Pria Tua di Lamteng  Ajak Siswi SD ke Gubuk Seusai Imingi Belanja Makanan Ringan

Pria tua usia 67 tahun inisial RS  asal Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah terpaksa masuk sel karena terlibat perbuatan asusila te

Penulis: syamsiralam | Editor: soni
grafis tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGTENGAH - Pria tua usia 67 tahun inisial RS  asal Kampung Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah terpaksa masuk sel karena terlibat perbuatan asusila terhadap siswi SD usia 11 tahun. 

Korban A (11) merupakan tetangganya sendiri.

Pelaku dilaporkan S yang tak lain nenek korban yang mendengar keluhan A yang mengalami sakit di bagian alat vitalnya, Jumat (15/10/2021) lalu.

Setelah mendengar keluhan sang cucu, ternyata sakit di bagian alat vital tersebut menurut A akibat perbuatan asusila sang kakek RS.

"Cucu saya menangis mengeluhkan sakit di bagian alat vitalnya. Setelah saya tanya, ternyata dia mengaku dirudapaksa RS," kata S.

Karena keterangan sang cucu itu, S akhirnya melaporkan RS ke Mapolsek Kalirejo atas dugaan asusila terhadap anak di bawah umur.

Baca juga: Tiga Pemuda di Lamteng Berbuat Asusila karena Pengaruh Minuman Keras 

Mendapat laporan S, pihak Polsek Kalirejo kemudian melakukan penyelidikan, dan akhirnya menangkap RS di rumahnya, Selasa (19/10) lalu.

"Aksi asusila oleh pelaku RS dilakukan di sebuah gubuk kosong tak jauh dari rumah pelaku, Jumat (15/10) lalu sekitar pukul 09.30 WIB," kata Kapolsek Kalirejo Iptu Edi Suhendra mendampingi Kapolres AKBP Oni Prasetya, Rabu (27/10/2021).

Selain menangkap pelaku RS, pihak Polsek Kalirejo juga menyita barang bukti berupa satu helai baju kaus lengan panjang motif warna warni milik korban, satu helai celana pendek warna merah dan satu helai celana dalam warna warna kuning.

Pelaku RS dijerat Pasal 76 E Jo 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah P pengganti peraturan perundang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan ledua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dan diancam hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku RS mengatakan perbuatan bejatnya itu ia lakukan sebanyak satu kali.

Modus korban dengan cara mengajak korban belanja di warung lalu ia ajak ke gubuk di samping rumahnya.

"Saya anter (korban) karena waktu itu mau fotokopi raport sekolahnya. Terus saya anter dengan mengendarai motor ke tempat fotokopi," kata RS.

Setelah itu, RS mengajak korban ke warung berbelanja makanan ringan.

Setelah itu, barulah niat busuk sang kakek diwujudkan dengan membawa korban ke gubuk kosong dan pelaku melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban. ( Tribunlampung.co.id / Syamsir Alam )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved