Breaking News:

Lampung Selatan

Cuaca Buruk, Nelayan Dermaga Bom Lampung Selatan Tidak Berani Melaut

Cuaca buruk di wilayah Lampung Selatan membuat sejumlah nelayan di Dermaga Bom Kalianda tak berani melaut. Akibatnya hasil tangkapan menipis.

Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Baru
Cuaca buruk yang melanda Lampung Selatan beberapa pekan ini menyebabkan sejumlah nelayan di Dermaga Bom, Kecamatan Kalianda tidak berani melaut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG SELATAN - Cuaca buruk yang melanda wilayah Lampung Selatan beberapa pekan ini menyebabkan sejumlah nelayan di Dermaga Bom, Kecamatan Kalianda tak berani melaut.

Curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang yang terjadi belakangan ini membuat mereka engan untuk melaut.

Karena khawatir adanya gelombang laut yang tinggi yang bisa menyebabkan kapal karam bahkan hingga terbalik.

Para nelayan pun memilih untuk mencari ikan tak jauh dari bibir pantai, akibatnya hasil tangkapan para nelayan menjadi berkurang.

Triyono salah satu nelayan di Dermaga Bom mengatakan gelombang tinggi disertai angin kencang sudah terjadi hampir 2 bulan.

Baca juga: Pemkab Lampung Selatan Ikut Pembinaan Sistem Merit Dalam Manajemen ASN

"Sudah hampir 2 bulan ini cuaca buruk terus. Angin kencang, gelombang laut yang tinggi. Kadang disertai hujan lebat, membuat saya nggak berani untuk ke tengah laut. Takut kapalnya kebalik," katanya, Sabtu (6/11/2021).

"Kalau cuaca sudah membaik, setidaknya hingga gelombang laut tidak setinggi sekarang. Baru saya berani ke tengah-tengah lagi. Saat ini libur dulu, sambil perbiki kapal," sambungnya.

Triyono mengatakan, hasil tangkapannya menurun drastis selama cuaca buruk ini.

"Biasanya dapat 4 fiber (box) atau 600 kg, tapi sekarang paling hanya dapat 1-2 fiber saja. Hasil tangkapan hanya cukup untuk biaya operasional saja. Apalagi ketika saya sedang tidak melaut seperti ini," katanya.

"Sekali jalan biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 2,5 juta. Kalau sebelum cuaca buruk kita bisa dapat Rp 4 juta. Sekarang cuman dapat Rp 3 juta. Sisa Rp 500 ribu. Itu juga pasti langsung habis," ungkapnya.

Baca juga: CPNS Lampung, Pengumuman Seleksi Kompetensi PPPK Guru Lampung Selatan Sudah Dirilis

Triyono menjelaskan, akibat berkurangnya tangkapan menyebabkan harga jual ikan menjadi tinggi.

"Harga ikan lagi mahal. Karena enggak ada ikan. Tapi kalau ikan lagi banyak. Harganya bisa jauh lebih murah dari sekarang," pungkasnya. ( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved